Sejarah pernah mencatat bahwa Indonesia merupakan negara yang pernah hebat dengan gula-nya. Selain gula dari tebu, gula aren juga sudah melegenda digunakan sejak dulu kala. Dunia pernah mengakui bahwa Indonesia mempunyai Pusat Penelitian Perkebunan Gula di Pasuruan yang dijadikan kiblat industri gula dunia*). Namun kisah itu sekarang mulai meredup seiring dengan ancaman penyakit yang ditimbulkan dan varietas tebu yang produksinya rendah. Industri gula mulai memasuki masa senja, seiring dengan menuanya mesin-mesin yang telah dipergunakan lebih dari 80 tahun. Berkaca dari kenyataan tersebut, banyak yang mencari alternatif pemanis sehat. Gula yang tak sekedar manis tapi juga cukup sehat untuk dikonsumsi semua kalangan.

Salah satu temuan itu adalah gula aren. Industri gula aren mulai dilirik dan semakin meroket seiring dengan kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi segala bahan makanan sehat. Salah satunya gula. Sejak dulu, gula aren dipercaya sebagai bahan pengobatan tradisional. Biasanya digabungkan dengan beberapa bahan yang lain. Gula aren juga terbukti aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena memiliki kadar gula yang lebih rendah dibandingkan gula putih. Dari sisi manfaat dan kesehatan, gula aren jauh lebih unggul dibandingkan dengan gula putih. Saya sendiri pernah merasakannya beberapa kali, gula aren rasa manisnya tidak terlalu eneg dan rasanya pas. Kadangkala ketika memakai gula putih saya merasa manisnya terlalu eneg. Kebetulan saya dan keluarga tidak begitu suka mengkonsumsi minuman yang terlalu manis.

Meskipun sudah dimanfaatkan sejak jaman dulu, namum tak melulu membuat penampilannya terlihat kuno dan tak menarik. Aneka kejutan teknologi membuatnya berbenah dan siap pula mengejutkan dunia. Sudah banyak produksi gula aren. Tak melulu pada produk yang batangan, seperti yang biasanya kita jumpai di pasar tradisional. Sekarang ada juga beberapa kemasan menarik. Ada produk gula aren cair yang berupa liquid, gula semut aren yang dibungkus sedemikian rupa sehingga sangat menarik. Tak heran bila sekarang industri ini sudah mulai merambah ke mancanegara. Ragam jenis produksinya menawarkan banyak pilihan yang menarik. Ini adalah pembenahan yang luar biasa.

Selain dari sisi tersebut, industri gula aren juga membuat produktifitas masyarakat sekitar menggeliat. Perekonomian masyarakat sekitar bisa didongkrak dengan industri ini. Penyerapan tenaga kerja yang besar bagi masyarakat sekitar juga potensial untuk memberdayakan masyarakat. Menurut sudut pandang saya, gula aren adalah konsep kemandirian ekonomi bagi masyarakat.

Saya pernah mencoba produk palm sugar yang berupa gula semut. Gula semut adalah semacam gula aren yang berbentuk serbuk. Untuk saya dan suami yang kadangkala beraktifitas keluar masuk hutan, gula aren serbuk ini sangat bermanfaat untuk mengembalikan daya tahan tubuh yang terbuang selama di perjalanan. Caranya cukup mudah, hanya tinggal dicemil-cemil aja langsung dari kantongnya yang keren. Tubuh otomatis bisa langsung segar kembali, apalagi jika kita menikmatinya di bawah pohon yang rindang.

Untuk masakan, saya memang suka sekali menambahkan sedikit gula aren sebagai pelezat. Seperti sambal terasi, saya biasanya menambahkan gula aren sebagai pengganti penyedap rasanya. Rasanya mantap dan enak, selain itu juga sehat karena memang tidak memakai penyedap rasa. Dari sana saya mencobanya ke berbagai masakan, dan hasilnya memang lebih gurih.Sebagai pencinta kopi kental yang pahit, mencampurkan gula aren ke dalam takarannya membuat rasanya semakin legit. Ada aroma gurih dari gula aren yang berpadu dengan secangkir kopi. Rasanya, anda patut mencobanya bila memang punya selera kopi seperti saya.

Kemarin malam saya mencoba bereksperimen membuat minuman gula aren, mencampurnya dengan berbagai bahan seperti kencur dan jeruk nipis. Untuk membuat wedang aren, saya biasa menambahkan sedikit garam. Biasanya sesuai selera sih, saya memakai seujung sendok teh. Rasanya hangat, enak dan seger. Cocok sekali dengan hawa Jember yang sedang mendung setelah diguyur hujan selama beberapa jam. Untuk wedang aren yang dicampur dengan kencur ternyata sangat berkhasiat untuk menambah kesuburan. Sedangkan untuk wedang aren yang dicampur dengan perasan jeruk nipis ini cocok untuk mengobati panas dalam. Yang dicampur dengan perasan jeruk nipis bisa diminum dalam keadaan dingin maupun panas. Semuanya oke, dan bisa langsung dipraktekan.

Tambahkan sedikit garam agar wedang aren terasa gurih

Tambahkan sedikit garam agar wedang aren terasa gurih

Cuci bersih kencur, kemudian digeprek dan dimasukkan ke dalam campuran aren dan sedikit garam

Cuci bersih kencur, kemudian digeprek dan dimasukkan ke dalam campuran aren dan sedikit garam kemudian siap diseduh dengan air mendidih. Siap dinikmati bersama pasangan 🙂

Ini adalah wedang aren yang saya kasih perasan air jeruk nipis.  Untuk membuat wedang arennya resepnya sama. Gula aren serbuk ditambah sedikit garam, kemudian diseduh menggunakan air panas. Setelah itu diberi perasan air jeruk nipis. Rasanya seger. Minuman ini bisa disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin. Bermanfaat untuk meredakan panas dalam. Selamat mencoba :)

Ini adalah wedang aren yang saya kasih perasan air jeruk nipis. Untuk membuat wedang arennya resepnya sama. Gula aren serbuk ditambah sedikit garam, kemudian diseduh menggunakan air panas. Setelah itu diberi perasan air jeruk nipis. Rasanya seger. Minuman ini bisa disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin. Bermanfaat untuk meredakan panas dalam. Selamat mencoba 🙂

Selain menggambarkan tentang konsep kemandirian ekonomi masyarakat, gula aren ternyata banyak menyimpan manfaat yang luar biasa. Maka, jangan ragu lagi untuk beralih ke pemanis yang sehat dan membumi.

Salam lestari,

@apikecil

Ikutan Menulis Tentang Pemanis Sehat Yuuuuk…

Banner-Peduli-Pemanis-sehat

Catatan :

*) Data sejarah tentang gula didapat dari buku : Membunuh Indonesia ( Konspirasi Global Penghancuran Kretek ) Karya Abhisam DM, Hasriadi Ary dan Miranda Harlan

Iklan