Beranda

Belajar Hukum dan Memahami Strereotipe Kerumitannya

Tinggalkan komentar

Melek hukum menjadi penting dipahami karena dibutuhkan sebagai solusi dalam setiap permasalahan. Ilmu hukum harus dipopulerkan dan disajikan secara menarik agar setiap orang bisa memahaminya dengan mudah.

Yang Suka Ghosting, Awas Bisa Dituntut!

Ghosting dan Ujaran Kebencian, Kasus Hukum yang Sering Dianggap Sepele

Adakah yang lebih kejam dari ghosting dan whatsappnya yang cuma diread aja? Dihubungin ngilang, pas move on tiba-tiba datang tanpa bersalah dan seenaknya tanya kabar. Adakah yang lebih sadis dari foto profil whatsapp yang cuma warna abu-abu dan centang birunya dimatikan? Ada yang lebih kejam dan sadis dari Gemini? Hmm, masih saya pantau dari sini. Tenang, ini yang nulis Gemini kok ūüėé

Oke, semua yang dilakukan oleh Gemini di atas mungkin masih bisa dimaafkan. Kalau ada yang masih belum bisa memaafkan sikap-sikap ajaibnya mending tulis nota kesepakatan dan perjanjian dulu sebelum memutuskan untuk memasuki kehidupan rasi ajaib ini. Tp kalau kalian kesel banget karena dighosting Gemini, bisa dituntut juga kok. Lebih jelasnya bisa disimak di sini agar kita tahu uraian lengkapnya.

Tapi nyatanya, ada lho yang lebih parah dan bikin gemes dari sikap-sikap Gemini. Apakah itu? Yaitu orang yang bisa dengan mudahnya mengucapkan kebencian. Kalian ada masalah apa sih, kok dikit-dikit ngamuk dan bikin story whatsapp menjelekan seseorang? Di depan orangnya baik, tapi sering bikin status jelek-jelek yang disembunyikan. Jadilah haters yg berkelas ya sayang, mainnya agak elegan dikit ūü§≠

Ujaran kebencian nih nggak main-main lho akibatnya. Si korban bisa mengalami trauma yang kalian gak bakal ngerasain. Apalagi kalau jatuhnya fitnah dan mengancam. Sudah ada ranah hukumnya. Ah kan cuma update status whatsapp, emang ada hukumnya? Eits tunggu dulu, dibalik kesenanganmu update story whatsapp menjelekan seseorang, ada teman atau admin lamtur yang siap screenshoot dan memainkan prahara. Apalagi statusnya sampai ngancem-ngancem segala. Siap-siap aja disayembarain dan jadi pemenang giveaway ūü§≠

Sebagai pengguna media sosial kita harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial untuk mengekspresikan kebebasan berpendapat agar tidak terjerat kasus pidana. Dalam ekspresi kebebasan berpendapat ini, kita juga harus memegang etika agar tidak terjerat pada kasus hukum pidana di Undang Undang No 19 Tahun 2016 Jo UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sebab UU ITE ini akan mudah memidanakan kasus pencemaran nama baik, penghinaan dan ujaran kebencian.

Menurut data dari safenet.or.id kasus pidana menggunakan Undang-Undang No 19 Tahun 2016 Jo UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) hingga 30 Oktober 2020, mencapai 324 kasus. Berdasarkan perincian data dari Safe.net, dari 324 kasus pidana di UU ITE, sebanyak 209 orang dijerat dengan pasal 27 ayat (3) tentang pencemaran nama baik. Selain itu, sebanyak 76 kasus dijerat dengan Pasal 28 ayat (3) UU ITE tentang ujaran kebencian.

Apa saja sih pasal-pasal dalam UU ITE yang wajib kita waspadai sebagai pengguna medsos?

Pasal 27 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 Jo UU No. 11 Tahun 2008 ini selengkapnya berbunyi :“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”¬†

Pasal 28 ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 Jo UU No. 11 Tahun 2008 berbunyi:¬†“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan asa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Sebagai gambaran ancaman hukuman atas pelanggaran Pasal 27 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 adalah penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp 750 juta. Sementara, ancaman hukuman atas pelanggaran Pasal 28 ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 adalah penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. Karenanya tersangka yang dikenakan tuduhan atas pasal ini biasanya langsung di tahan oleh pihak kepolisian.

Jadi para haters yg budiman, baiknya berjaga-jaga. Daripada kalian sibuk menghabiskan energi untuk membenci seseorang, mending kalian belajar soal hukum. Oh tenang, hukum itu bisa kok dipelajari dengan menyenangkan. Coba deh kalian follow akun @idlc.id Banyak banget yang bisa dipelajari. Konten-kontennya juga menarik dan seru, sesuai dengan taglinenya #learningisfun. Jadi kalian bisa lebih sibuk dari pada sekedar ngurusi hidup orang lain. Buat kalian yg sering disakiti tapi memilih mendoakan dan melepaskan dendam itu, selamat anda jadi pemenang di kehidupan ini. Karena balas dendam terbaik adalah melewatkannya dengan anggun. 

Hukum dan Strereotipe Rumit yang Melingkupinya

Ilmu hukum harus bisa dipelajari secara mudah dan gampang diakses dimanapun. Alumni FHUI 1991 bersama dengan IDLC menyelenggarakan Legal Expo 2021 pada 11-13 November 2021

Hukum adalah suatu ilmu yang rasanya sulit dijangkau dan diakses dengan mudah. Padahal, disadari atau tidak, setiap permasalahan yang sering terjadi di sekitar kehidupan kita kadang kala selalu berhubungan dengan bidang hukum. Setiap solusinya membutuhkan pembelajaran, atau minimal pengetahuan tentang hukum. Melek hukum menjadi penting dan dibutuhkan. Di era percepatan teknologi seperti sekarang, tentu ada banyak cara bagi kita untuk belajar dari mana saja. Ilmu pengetahuan, ada dalam genggaman kita. Namun hal tersebut juga bisa menjadi bumerang bila kita tidak menemukan platform dan metode yang tepat untuk mempelajarinya sesuai dengan batas kemampuan kita.

Sebagai seorang ibu rumah tangga dengan basic pendidikan bukan di bidang hukum, bagi saya, belajar hukum menjadi suatu kebutuhan yang diperlukan. Untuk berjaga-jaga agar kita punya pegangan jika suatu saat mengalami permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan hukum. Meski disibukan dengan pekerjaan domestik, namun sebisa mungkin tetap update beberapa keilmuan yang dibutuhkan. Apalagi sekarang, banyak sekali platform dan kelas gratis yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan keilmuan kita.

Hukum adalah bidang penting yang wajib kita pelajari. Dengan menemukan platform dan media yang tepat adalah salah satu cara yang efektif untuk mempelajarinya. Untuk hal ini, sudah beberapa waktu ini saya mengikuti Irma Devita Learning Center (IDLC) di beberapa platformya seperti instagram, twitter, podcast dan juga websitenya. Ia semacam platform khusus yang membahas seputar hukum dengan cara penyajian yang menarik dan mudah dipahami. Beberapa permasalahan hukum dibahas dengan banyak pendekatan bahkan melalui drakor dan film. Nah, biasanya ini yang paling digemari oleh ibu-ibu rumah tangga. Jadi belajar pun tidak seperti beban sehingga mudah diingat dan dipahami.

Selain melalui medsos dan websitenya, IDLC juga kadang membuka kelas-kelas webinar yang bisa diakses secara gratis untuk umum. Kelas khusus yang berbayar biasanya untuk pendalaman materi bagi para praktisi mahasiswa hukum. Jadi kita bisa mengikuti kelas gratisnya, untuk menambah pengalaman dan pemahaman tentang hukum.

Legal Expo 2021 : Pameran Hukum Terbesar di Indonesia

Ilmu hukum harus bisa dipelajari secara mudah dan gampang diakses dimanapun. Alumni FHUI 1991 bersama dengan IDLC menyelenggarakan Legal Expo 2021 pada 11-13 November 2021

Pada tanggal 11-13 November 2021, IDLC bersama dengan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia angkatan 1991, akan mengadakan kelas-kelas menarik seputar hukum dengan tajuk ‘Legal Expo 2021’. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka Pear Reunion FHUI 1991. Ia merupakan wujud pengabdian dalam pemerataan kesempatan belajar di bidang hukum kepada masyarakat di seluruh Indonesia dengan memberikan berita dan informasi hukum terkini serta bagaimana penerapannya dengan cara yang mudah dipahami.

Menurut Sakurayuki, selaku Ketua Panitia Legal Expo 2021, acara ini dibuat sebagai forum berbagi ilmu, pengalaman dan inspirasi dari para alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Angkatan 1991.

Legal Expo 2021 ini semacam pameran berbagai topik hukum yang diselenggarakan secara gratis. Akan ada banyak materi hukum yang dibahas oleh pakar hukum yang berskala nasional dan internasional. Sampai saat ini ada sekitar dua ribuan mahasiswa fakultas hukum dari berbagai universitas di seluruh Indonesia telah mendaftarkan dirinya. Legal Expo yang dilaksanakan secara virtual ini menghadirkan 91 online legal session dengan 91 kontributor yang terdiri dari Lawyers, In-House Counsels, Notaris, Praktisi Hukum, Akademisi, Birokrat, Kurator, Diplomat, Pengusaha, Masyarakat Umum serta para Pemerhati Hukum. Rangkaian acara dimulai sejak 1 November 2021 dengan bincang-bincang santai dan kemudian dilanjutkan dengan Legal Expo-nya selama 3 hari berturut-turut.

Rangkaian acara webinar dg narasumber dan materi yang menarik bisa diikuti di Legal Expo 2021

Rangkaian acara Legal Expo 2021 akan berisi peluncuran buku ‚ÄėAntologi Untaian Mutiara Hukum Lintas Praktik dan Sektor‚Äô yang memuat 30 artikel, ditulis oleh 27 penulis alumni FHUI 1991, 38 sesi webinar dan 50 seri podcast bincang-bincang seputar pengembangan hukum di Indonesia, serta 48 sharing moment dalam bentuk meet and greet bersama para expert dari berbagai lawfirm, kantor notaris, perbankan, curator, serta berbagai profesi hukum lainnya. Untuk mengikuti rangkaian acara Legal Expo 2021 ini bisa mendaftarkan diri melalui : https://legalexpo.idlc.id/

Semua kelasnya bisa diikuti secara gratis dan dari rumah sambil menyelesaikan pekerjaan domestik. Tidak hanya series webinar dan podcast, dalam gelaran ini akan ada banyak informasi beasiswa dan magang bagi para mahasiswa fakultas hukum yang menjadi peserta selama tiga hari berturut-turut. Irma Devita selaku founder dari IDLC menyatakan bahwa kegiatan ini juga memberikan informasi kesempatan magang di berbagai kantor hukum ternama di Jakarta, Bank Indonesia, Bappenas, Indonesia Financial Group (IFG) serta institusi bergengsi lainnya bagi mahasiswa yang terpilih seleksi. Tidak hanya informasi magang, informasi terkait beasiswa ke luar negeri langsung dari Kedubes Amerika Serikat, Kedubes Belanda dan juga ratusan beasiswa dalam negeri juga akan dibawakan oleh Indonesia Scholarship Center (ISC). Menurutnya, hal tersebut bisa memberikan pengalaman dan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengembangkan dan memajukan studi, memperluas jaringan dan meningkatkan karir di bidang hukum.

Daftarkan diri segera di acara Legal Expo 2021. Yok ah kita menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat. Meski ibu rumah tangga dan hanya bekerja dari rumah, kita bisa lho ikutan kelas-kelasnya secara gratis. Tinggal pilih aja kelas yang menarik sesuai untuk kita.


#idlc #legalexpo2021 #melekhukum #uuite #hatespeech

Sudah Pernah Makan Steak?

3 Komentar

Seorang teman pernah bertanya langsung kepada saya, sudah pernah makan steak? Mendengar pertanyaan itu saya tertawa. Teman saya berusaha meralat pertanyaan tersebut karena takut menyinggung perasaan. Hahaha. Jangan dibawa baper gengs! Karena sebenarnya itu pertanyaan wajar, apalagi mengingat tempat tinggal saya di sebuah Kabupaten yang letaknya ratusan mungkin hampir seribu kilometer dari jantung ibu kota. Tapi sungguh, di Kabupaten kecil kami, Jember, juga ada kedai steak lokal. Saya pernah makan di sana beberapa kali selama kuliah. Memang tidak semewah Holycow Steak. Tapi setidaknya lidah saya sudah bisa merasakan dan membayangkan rasanya seperti apa. Jadi, ketika ada yang bertanya sudah pernah makan steak atau belum pingin ngakak sebelum menjawabnya.

Pada awal tahun 2015 lalu, ketika dari Jakarta dan mampir di rumah keluarga Bandung saya juga diajak makan di sebuah gerai steak. Ada yang memesan steak ayam, tuna dan tentu saja sapi. Saya lupa nama tempatnya, tapi yang jelas bukan Holycow sih. Karena waktu itu, kami sama-sama kelaparan sehabis perjalanan. Kelaparan, tapi mampir di kedai steak bisa kenyang? Ini pertanyaan yang mungkin diajukan oleh para pemuja nasi putih. Tapi memang waktu itu, saya sendiri ragu-ragu. Bisa kenyang gak ya kalau makan hanya pakai steak dan kentang yg ditumbuk lembut? Nyatanya kenyang karena saya pesen nasih putih juga dong. Haha. Maklumin aja lah ya, karena ini memang makanan yang tidak biasa saya makan jika di Jember. Kalaupun ada, tentu rasa dan penyajiannya berbeda. Apalagi yang ada di sekitaran kampus. Harga dan kualitasnya tentu saja disesuaikan dengan kondisi dompet para mahasiswa.

Iseng saya bertanya pada sahabat saya yang sekarang tinggal di Jakarta. Dika namanya. Ia hampir 10 tahun di Jakarta, bekerja sebagai pegawai di sebuah bank nasional. Pernah makan di Holycow Steak gak sih? Dika sendiri pernah makan di Holycow Steak sekitar 4 kali. Yang pertama karena ditraktir temannya. Satu kali gratisan karena pas ulang tahun. Yang keduanya bayar sendiri karena pas lagi pengen makan di sana bareng suami dan anak-anaknya. Menurut Dika, untuk ukuran Jakarta Holycow Steak termasuk terjangkau daripada yang lainnya. Meskipun harganya masih terjangkau tapi dari segi rasa, kualitas dan pelayanannya juga tak kalah bagus dengan yang lainnya. Jadi, kalau ingin menikmati steak dengan rasa yang enak dan harga murah, Dika pasti memilih Holycow. Sudah nggak kepikir yang lainnya. Menurutnya, kalau ada yang lebih murah dengan rasa yang memuaskan kenapa harus memilih yang lebih mahal tapi rasanya sama?

Satu lagi pertanyaan yang saya lontarkan ke Dika. Namun sebelumnya, saya meminta maaf terlebih dahulu sebelum menanyakannya. Ya takutnya tersinggung. Petanyaannya sepele sih, tapi karena penasaran ya harus saya tanyakan. Kenapa sih rela ngeluarkan uang demi makan steak? Apa karena untuk memenuhi gaya hidup aja, mengingat sekarang dia tinggal di Jakarta? Menurut Dika, kalau urusan makan sih sebenarnya bukan karena gaya hidup. Tapi ya memang karena pingin nyoba. Apalagi di Jakarta banyak sekali pilihan makanan yang sebelumnya belum dimakan. Jadi memang segala hal di Jakarta itu selalu dikaitkan dengan pemenuhan gaya hidup semata. Lagian makannya juga nggak setiap hari. Setiap bulan sekali belum tentu. Paling kalau waktu dan momen-momen spesial saja dia dan keluarganya pergi makan di luar. Itung-itung refreshing dan mencoba makanan baru yang sebelumnya belum pernah dimakan. Kebanyakan malah karena undangan teman, gathering kantor dan acara semacamnya.

Dika menambahkan, kalau hanya untuk memenuhi gaya hidup semata, ya nggak bakalan cukup meski punya uang ratusan juta. Harus pinter manajemen keuangan dan milah mana yang butuh didahulukan, mana yang sifatnya bisa ditunda sementara waktu. Ah, Dika masih saja seperti dulu. Logatnya pun masih tetap medok. Tak tergilas arus bahasa elo gue. Hahahah. Padahal awalnya kami hanya ngobrol seputar steak saja, akhirnya bisa sharing soal kebutuhan dan pengaturan keuangan ala dia yang hidup di Jakarta. Sungguh berfaedah!

Jadi, kalian sudah pernah makan steak belum? Sudah penah makan Holycow Steak atau yang lainnya mungkin?

Menghalau Dingin dan Makanan Kids Zaman Now

4 Komentar

Pisang Goreng Nugget

Sudah mulai turun hujan. Dingin dan membuat perut selalu terasa lapar meski sudah diisi sepiring nasi dan lalapan terong. Paling enak memang membuat cemilan yang mengenyangkan. Kalau cuma keripik sih ya lewat. Habis setoples paling juga masih lapar. Haha. Paling cocok cemilan di musim dingin ini ya pisang goreng. Apalagi menikmatinya sambil ditemani secangkir kopi. Sedingin apapun pasti akan terasa hangat. Ditambah dengan obrolan yang menghangatkan. Ah, suasana perdamaian.

Selain pisang goreng, olahan pisang ini memang ada beragam. Tergantung selera juga. Ada yang digoreng biasa menggunakan tepung, ada yang tidak menggunakan tepung tapi setelah matang ditaburi gula pasir, ada yang dikolak, bahkan ada pisang goreng nugget dengan aneka macam toppingnya.

Kalau saya sendiri lebih suka pisang goreng tepung yang rasanya sedikit gurih. Karena saya tidak begitu suka makanan manis. Jadi dalam adonannya saya tambahkan sedikit garam agar rasanya tidak telalu manis, tapi cenderung gurih. Saya suka yang seperti itu. Makannya sambil nyeruput kopi pahit. Sungguh, mertua lewat mungkin gak bakal tau. Hihihi. Kalau suami beda lagi, dia lebih suka pisang tanpa tepung yang setelah matang ditaburi gula pasir. Jadi rasanya maniiis banget, kayak yang bikin sih. Hahahah.

Untuk mengikuti perkembangan kids jaman now, banyak sekali aneka kreasi jajanan yang macem-macem. Mulai dari yang biasa sampai yang sedikit aneh tapi cukup ngetrend. Mulai dari jajanan Korea, Jepang, hingga jajanan daerah yang sekarang sudah mulai ngetrend dan gak hanya ada di daerah asalnya aja. Contohnya seblak. Sekarang bukan hanya ada di Bandung saja, dimana-mana sudah ada banyak olahan seblak.

Sama halnya seperti olahan pisang. Ada banyak sekali. Sekarang ini lagi ngetrend pisang goreng nugget, salah satu cemilan yang kebanyakan bertopping manis, saya sendiri belum pernah mencobanya. Tapi melihatnya sliweran di feed instagram, tentu berpikir bahwa ini jajanan yang lagi hits. Toppingnya macam-macam. Mulai dari coklat, meses, green tea, campuran keju dan aneka topping manis lainnya. Yang memang kelihatannya legiit sekali. Bagi para pencinta kuliner dengan rasa manis, tentu ini jajanan yang dicari.

Dengan banyaknya bermunculan aneka ragam kuliner saat ini, membuat saya berpikir bahwa segala hal kadang tidak harus sesuai dengan pakemnya. Jadi semacam membuat inovasi yang anti mainstream. Lha, dulu kan kita tahunya nugget pasti alam bawah sadar kita langsung ke arah daging ayam, sapi dan olahan lauk lainnya. Nugget dulunya diidentikkan dengan makanan untuk lauk, bukan cemilan berbahan dasar manis seperti pisang. Bukankah ini inovasi yang luar biasa? Karena dalam hal makanan, inovasi dan kreativitas sangat dibutuhkan untuk bertahan di pasar. Apa yang nggak lumrah dan unik pasti akan dicari dan langsung hits. Dalam hitungan mingguan saja sudah banyak terlahir kreativitas dan ide-ide keren soal makanan. Apalagi dengan berkembangnya media sosial yang macem-macem. Hal-hal unik akan langsung mendulang keuntungan.

Buat yang memang berencana membuka usaha di bidang kuliner, memang harus pandai-pandai membaca peluang. Mencari yang unik dan gak harus selalu sama dengan pakem resep yang terdahulu. Inovasi harus selalu dicari agar usaha terus bertahan dan semakin berkembang. Tapi beberapa makanan yang memang legendaris di masanya akan tetap menjadi legenda. Kadang ada juga yang memvariasikannya dengan hal-hal yang sekarang lagi in. Seperti makanan yang ditambahi dengan keju molor-molor itu.

Jadi, kalian lebih suka olahan pisang yang mana? Pisang goreng minimalis, pisang goreng tepung ataukah pisang goreng nugget?

 

Makanan Sehat Haruskah Mahal?

Tinggalkan komentar

Salmon Poke Bowl

Pic from : http://www.simplyrecipes.com/recipes/salmon_avocado_poke_bowl/

Siapa suka makan salmon? Saya termasuk golongan yang kalau ada ya saya makan. Kalau tidak ada, ya gak masalah. Maksudnya, nggak memaksa harus makan salmon. Tak ada salmon, tongkol pun jadi. Hehe. Karena ya memang salmon ini adalah jenis ikan yang harganya lumayan mahal. Kalau di Jember, belinya pun harus ke supermarket. Apalagi kandungan yang ada di dalamnya sangat bagus dan gak main-main. Mengandung omega 3 serta termasuk dalam protein kualitas tinggi, asam amino dan berderet vitamin yang tentu saja sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita. Tentu saja bila dimasak sesuai ketentuan ya. Karena kan ya kalau gak pas caranya ntar kandungan di dalamnya bisa ilang gitu aja dong. Kan syedih. Hehe. Makanan sehat, haruskah mahal? Salmon oh salmon.

Saya makan olahan salmon sebanyak 3 kali, itu pun ditraktir semua. Dua kali makan sushi yang ada salmon mentahnya. Trus yang sekali, di rumah teman yang kebetulan memasak hidangan salmon. Itu pertama kali saya makan sushi pake daging salmon seger yang bener-bener mentah. Sebelumnya gak pernah nyoba yang mentah. Milihnya yang jalur aman aja. Rasanya gimana? Ya gitu sih, daging ikan mentah gimana? Hahaha. Tapi kalau di sushi bener-bener gak amis. Entah ya mungkin dikasih ramuan apa gitu kok berasa gak amis. Saya nggak ngerti karena memang jarang makan kecuali kalau pas ada kesempatan saja. Ya enak-enak saja sih, lolos dengan mulus lewat lidah dan masuk tenggorokan tanpa protes, haha. Kalau yang di rumah teman, dimasak tanpa minyak gitu. Dikasih rempah-rempah aja. Gak tau apa bumbunya, rasanya minimalis. Tapi justru itu jadi enak sekali.

Nah dari pada beli mending kita coba belajar masak sendiri yuk. Yang jelas jatuhnya lebih murah, meskipun salmon itu harganya mahal. Ya kali daripada beli di resto terus, pasti kan ada lebihnya kalau masak sendiri. Selain itu, topping dan isiannya juga bisa disesuaikan dengan kesukaan kita kan? Ini resep sengaja saya simpen biar kalau pas ada rejeki tinggal mengeksekusi aja. Jadi gak cuma wacana gitu lho. Hahaha. Kalau bikin sushi kan rasanya kok ribet banget. Masih harus ada adegan nggulung-nggulungnya juga. Beberapa bahannya juga susah. Kali ini nyoba yang simple aja. Salmon Poke Bowl. Ini resep modifikasi dari blog http://www.simplyrecipes.com/recipes/salmon_avocado_poke_bowl/. Saya sesuaikan dengan lidah saya ya. Jadi bisa bereksperimen sesukanya. Mau pakai tuna juga bisa.

Salmon Poke Bowl

1 cangkir nasi putih anget yang udah matang (bisa disesuaikan mangkok penyajian)
100 gram salmon kelas sashimi (kalau beli di supermarket tinggal tanya aja. Kadang sudah disediakan per kelasnya)
1/4 cangkir kecap
1 1/2 sendok makan cuka beras
1/2 sendok makan gula
1 sendok teh minyak wijen panggang
1/4 sendok bawang putih bubuk
2 daun bawang, iris tipis

Topping ( optional ya, terserah mau ditopping apa)

Wortel kukus potong korek api atau dadu terserah. Irisan mentimun. Lobak iris. Alpukat besar, potong dadu. Edamame rebus. Furikake ( Bisa pakai abon ikan laut seperti tuna atau lele, karena kalau pakai abon sapi atau ayam ntar hasilnya gak matching sama salmonnya, hihi. Atau bisa pakai serbuk kedelai. Atau bon cabe juga boleh). Paprika merah, kalau suka diiris tipis.

Cara memasak :

Siapkan salmon. Pastikan tidak ada duri yang tertinggal ya. Potong salmon kotak dengan ukuran 1/2 cm. Taruh di mangkok dan sisihkan.

Membuat saus : Masukkan dalam mangkuk kecil bahan-bahan saus. Saus kedelai, cuka beras, minyak wijen, gula dan bawang putih bubuk. Bubuk bawang putih dan gula tidak akan larut sepenuhnya, tapi tidak apa-apa. Campurkan salmon dengan sausnya. Tambahkan irisan daun bawang ke dalam mangkuk. Sisakan 1 sampai 2 sendok makan daun bawang untuk hiasan. Tambahkan campuran kecap ke salmon. Dengan menggunakan sendok besar, campurkan salmon ke campuran kecap. Siapkan nasi dalam mangkok. Taburi sedikit dengan abon. Kemudian beri salmon yang telah dicampur dengan saus di atas nasi, secukupnya saja. Taburi lagi dengan abon dan potongan daun bawang. Topping bisa dimasukkan dan ditata secukupnya didalam mangkok. Bisa juga ditempatkan di wadah terpisah. Terserah. Makannya mau pakai sumpit atau sendok terserah, yang penting baca Bismillah. Hahaha.

Nah, itu tadi resep simplenya. Jangan bingung soal bahannya. Cuka beras dan lain-lainnya kalau tidak ada di pasar dan toko pracangan terdekat, pasti ada di supemarket kok. Kalau mau Furikame nya yang beneran mungkin ada di supermarket. Itu resep di atas kenapa pakai abon atau bubuk kedelai, biar gampang aja. Dan lebih ekonomis gitu. Hahaha. Jadi, nanti pas gajian tiba, mari kita coba bikin Salmon Poke Bowl. Setelah masak, mari kita nikmati dengan khidmat. Sebulan kerja, gak ada salahnya kan kita beri penghargaan dengan memasak makanan sehat yang katanya mahal ini. Jangan lupa totalan ya. Hehe.

 

 

 

 

Older Entries