Hujan itu seperti kopi
Ketika butiran airnya mencium tanah kemarau,
aromanya membuncah sampai di dasar hati
Seperti candu yang ikhlas…

Hujan itu seperti kopi
Sama-sama indah untuk dikenang
Selalu dirindukan…
Membuat tetap hidup dan bertahan

Hujan itu seperti kopi
Ada sa’atnya terasa pahit…
Sebagai media pengingat,
agar kita tak selalu terbuai dengan rasa manis

Hujan itu masih seperti kopi
Membuat kita terjaga, tenang dan menangis…
Hujan itu masih seperti kopi
Ikhlas, rindu, dan kenangan…

Hujan itu tak lagi seperti kopi
Memaksa kita untuk menghidupkan,
seluruh kenangan yang berceceran…

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis