perpustakaan-cak-nun

Saya dan suami ketika berada di Rumah Maiyah milik Cak Nun

Jogja adalah sebuah kota yang selalu menjadi tujuan ketika kami (saya dan suami) sedang dalam kondisi luang dan butuh refreshing. Selain itu, Jogja adalah kota yang selalu menyuplai banyak data-data sejarah yang tidak dapat kami jumpai di Jember. Pada kenyataannya, perpustakaan daerah dan badan arsip milik Jember tidak selalu bisa membuka datanya kepada orang-orang yang tanpa rekomendasi seperti kami. Apalagi waktu itu, kami memang hanya sebagai blogger saja.Susah sekali bagi kami untuk mencari beberapa data lama untuk kebutuhan menulis. Jogja adalah surganya data lama, apalagi buat kebutuhan suami yang suka menulis tentang sejarah. Ada banyak perpustakaan yang bisa diakses dengan mudah dan terbuka oleh siapapun. Dua diantara yang kami kunjungi adalah Jogja Library Centre yang ada di kawasan Malioboro dan Rumah Maiyah milik Cak Nun di Jalan Wates. Kami bisa menghabiskan waktu seharian sampai perpustakaan tutup untuk berkutat dengan arsip-arsip lama.

img-20160926-wa0041

Salah satu kamar yang ada di Pesona Jogja Homestay

Kami menghabiskan waktu hampir seminggu untuk kebutuhan pencarian data. Selama seminggu biasanya kita punya tempat menginap yang kami pilih secara khusus. Karena tentu akan disibukkan dengan proses pengolahan data, menulis, membaca dan beberapa aktivitas lainnya. Jika hanya sekedar jalan-jalan, biasanya hanya sekitar 2-3 hari di Jogja, dan menginap di khost Ambon –kawan pelukis– di seputaran pasar klitikan. Untuk kebutuhan data, waktu yang kami habiskan lumayan panjang sehingga memilih tempat menginap yang tepat sangat diperhitungkan. Meski Ambon tidak pernah keberatan jika kami menginap lebih lama di tempatnya, pertimbangan kami juga adalah tentang kesibukan kami yang sedikit menyita waktu dan tempat sementara harus berbagi dengan kebutuhan Ambon untuk melukis. Akhirnya, kami memilih untuk menginap di Pesona Jogja Homestay. Toh, setiap harinya, disela waktu senggang kami berkutat dengan arsip lama, kami masih bisa menyempatkan waktu untuk bermain ke khost Ambon.

img-20160926-wa0031

Pesona Jogja Homestay berjarak sekitar 3 km dari titik nol kilometer Jogjakarta. Bagi kami, jarak ini tidak terlampau jauh. Cocok untuk mereka yang ingin menikmati suasana Jogja dan lepas dari hiruk pikuk pusat kota. Tapi untuk menuju pusat kota seperti Malioboro dan sekitarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, angkutan umum, becak, maupun sepeda motor. Berada di daerah yang tenang di area Celeban/Kusuma Negara, terletak tidak jauh dari universitas terkemuka dan dekat dengan kawasan terkenal Jalan Malioboro, dan tujuan wisata menarik lainya seperti Keraton, Taman Sari, Bandara Internasional Adi Sucipto, Stasiun Kereta Api, dan Candi Prambanan. Bagi kami, tentu ini tempat yang ideal untuk menginap. Cocok untuk rombongan keluarga besar juga karena berkonsep rumah, sehingga memberikan kenyamana ala rumah bagi setiap tamunya.

img-20160926-wa0043

Deretan rumah Pesona Jogja Homestay yang siap memanjakan para tamu

Karena kebutuhan kami menginap cukup lama, maka harus mencari tempat yang membuat kerasan dan mendukung kegiatan sehari-hari. Meski banyak penginapan dan hotel berkelas di pusat kota, namun kami memilih menginap di Pesona Jogja Homestay karena ingin benar-benar merasakan tinggal seperti layaknya warga Jogja lengkap dengan budayanya. Waktu kami menginap di sana, kami sempat menyaksikan betapa guyup dan gotong royong masyarakat sekitar ketika ada lelayu di salah satu gang menuju lokasi. Satu lagi, harga belanjaan di sekitaran sini masih murah-murah. Waktu itu saya sempat melihat harga tempe berbungkus daun seukuran telapak tangan orang dewasa seharga lima ratus rupiah. Karena dilengkapi dengan perabotan dapur yang lumayan, jadinya kita bisa memasak sendiri di penginapan ini. Semakin kerasan tinggal berbulan-bulan kalau seperti ini, hehe. Ya siapa tahu suatu saat bisa tinggal di Jogja, hehe. Amin…

img-20160926-wa0032

Pesona Jogja Homestay sendiri merupakan sebuah komplek yang terdiri hanya dari 6 rumah berlantai 2. Dalam satu rumah ada sekitar 3-4 kamar yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas modern. Ada dapur, ruang tamu, ruang makan, parkiran dan jasa laundry. Untuk kebutuhan transportasi, jika tidak membawa kendaraan sendiri, bisa juga menyewa mobil, motor atau memanfaatkan jasa abang becak di sekitaran lokasi ini. Tamu dapat memilih untuk menempati 1 kamar secara terpisah atau 1 unit rumah, dan nikmati layanan yang mengedepankan sebuah kenyamanan pribadi atau seluruh anggota keluarga.

img-20160926-wa0037

Arena persawahan di seputaran lokasi dilihat dari lantai dua

Terletak di tengah perkampungan dengan lingkungan yang menyenangkan,dari kamar di lantai dua kita bisa melihat hijau persawahan yang segar. Sangat cocok untuk menikmati senja sambil membaca buku dan ngopi-ngopi. Serasa tak ingin pulang. Jika beruntung dan tidak sedang mendung, kita bisa memotret lekuk merapi dari lantai dua. Kamar dan segala yang ada d rumah ini bersih dan terawat. Setiap paginya, disediakan sarapan berupa gudeg khas Jogja.

Homestay ini lumayan dekat dengan beberapa Universitas yang ada di seputaran Jogja, jadi akan sangat cocok untuk rombongan keluarga yang ingin menengok atau menghadiri wisuda putra/putri tersayang. Akhir-akhir ini banyak tempat wisata yang memang sedang hits di Jogja. Entah itu beberapa pantainya ataupun demam wisata ke lokasi di mana tempat syuting AADC 2. Jangan lupa pilih tempat istirahat yang nyaman ya. Karena perjalanan membutuhkan tenaga, jadi pastikan energi yang terkuras bisa kembali dengan istirahat yang berkualitas.

Jadi, kapan kita ke Jogja Mas Hakim? :p