Beranda

Ikhlas..Ikhlas..dan..Ikhlas…

32 Komentar

Satu kata yang mampu membuat semuanya berjalan indah dan damai. Ikhlas. Ya, entah mengapa kata itu memiliki efek yang begitu luar biasa. Bahkan keajaibannya mampu mengalahkan kata maaf. Kata ma’af akan berbalik menjadi sesuatu yang mengerikan jika tak diucapkan dengan ikhlas. Apa yang membuat kata ini begitu penting? Karena dalam segala hal, ikhlaslah yang mendasari semuanya berjalan lancar.

Pernahkah terbayang jika tak ada ikhlas dalam kehidupan kita? Semuanya akan berjalan tanpa arah dan kepastian. Semuanya akan berlalu begitu saja tanpa kita dapat mengambil hikmahnya. Kehidupan tanpa keikhlasan seperti tak bernyawa. Bagaimana kita hidup jika tak pernah ikhlas untuk hidup. Hidup adalah pilihan yang harus didasari dengan keikhlasan dan ketulusan. Karena itu adalah penyeimbang kebahagiaan kita.

Ramadhan telah kita lampaui dengan kesan dan suasana yang berbeda-beda. Siapapun berhak menyimpannya dengan rapi, dan membuka bungkusnya di Ramadhan yang akan datang. Hari yang fitri datang, menguji kesiapan keikhlasan kita masing-masing. Ikhlas untuk meminta, memberi, dan menerima ma’af. Mampukah kita mempertahankannya? Mempertahankan untuk selalu bersikap ikhlas dalam keadaan apapun?

Dalam hidup, kita harus selalu ikhlas, ikhlas, dan ikhlas. Memilih untuk bahagia itu penting, namun akan lebih indah jika semua itu didasaari dengan keikhlasan. Hidup akan terlalu sempit jika hanya berkutat pada benar dan salah, mayoritas dan minoritas. Anggap semua itu sebagai perbeda’an yang indah. Bukan untuk dihujat, tp beda adalah anugerah atas kuasa-Nya yang begitu indah… Happy Ied Mubarak.. Semoga kita selalu ikhlas menerima perbeda’an. Semoga kita selalu diberikan keikhlasan untuk memberi, meminta, dan menerima ma’af. Mohon maaf atas semua ucap, laku, maupun tulisan yang tidak berkenan selama ini…

تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ وَكُلُّ عَامٍِ بِخَيْرٍ مِنَ العَائِدَيْنِوَالفَائِزِيْنَ

Ingat, Kita Bukan Pembuat Puzzle

58 Komentar

Ketika rencana kita meleset di luar perkiraan? Apa yang kita rasakan? Apa yang harus  kita lakukan untuk memperbaikinya? Apa yang akan kita lakukan untuk menjelaskan pada orang lain?

Secara sadar atau tidak, hidup memang terdiri atas rencana dan banyak prediksi. “Kita hanya bisa merencanakan, tapi keputusan akhirnya ada di tangan Tuhan”. Tak ada sesuatu yang pasti di dunia ini, semuanya hanya perencanaan-perencanaan yang mendekati kepastian. Tak ada yang benar-benar pasti selain suratan yang telah ditakdirkan oleh-Nya.

Seperti rangkaian puzzle, jika ada satu potong saja yang hilang maka keseluruhan rangkaian itu tak lengkap. Dan tentu saja tak bisa disebut sebagai puzzle. jika dianalogikan, hidup ini adalah sebentuk rangkaian puzzle. Terdiri dari potongan-potongan  yang saling melengkapi satu sama lain. Namun, semuanya tergantung pada pembuat puzzle. Yang mengatur dan membuat puzzle itu sempurna…

Secara matematis, rencana yang kita susun 99% berjalan sempurna dan lancar. Namun, kita melupakan bahwa ada 1% persen kemungkinan yang mampu membalik semua kenyataan. Ketika semua itu terjadi, emosilah yang menguasai otak dan pikiran kita. Marah, kecewa, menyesal seperti gulali rasa yang diaduk menjadi satu. Emosi yang membola salju. Sa’at itu kita melupakan semuanya. Melupakan bahwa kita hanya menjalankan rencana agar potongan puzzle itu terangkai dengan baik dan mendekati sempurna. Ingat, kita bukanlah pembuat puzzle. Kita hanya merangkainya untuk mendekati bentuk seperti yang diinginkan oleh pembuat puzzle. Kita melupakan semua itu…

Jangan Takut Berjalan…

63 Komentar

Sa'at Lelah berlari, yang kita butuhkan adalah "diam"

Sa'at Lelah berlari, yang kita butuhkan adalah "diam"

Ketika keadaan mengharuskan kita untuk berlari, maka yang kita butuhkan adalah ketenangan. Dan ketika kita sudah cukup tenang berlari, maka yang kita butuhkan adalah keberanian untuk berjalan.. Jangan takut, ketika kita memutuskan untuk berjalan. Dan ketika lelah menguasai, duduk dan bersimpuhlah dalam diam dan tenang…

Ekspedisi Waktu

56 Komentar

 

Ekspedisi Waktu

Ekspedisi Waktu

Waktu terus berganti, dan kita berubah di dalamnya. Seperti halnya hidup, selalu berputar sesuai dengan jalan yang telah ditentukan. Dalam pergantian waktu dan perputaran hidup selalu disediakan ruang dan celah untuk kita berproses. Berproses  memaknai kesalahan dan menuju pada titik kebenaran. Bukan kesempurnaan, karena tak ada sesuatu yang benar-benar sempurna. Semua itu dikemas dalam suatu rangkaian dimensi waktu yang sangat indah. Dengan keteraturan datangnya siang dan malam yang begitu luar biasa. Lainnya

Older Entries