Beranda

Sebuah Rahasia Pada Suatu Sore di Jogja (Bagian 1)

2 Komentar

Ini merupakan bagian pertama dari tulisan berseri untuk Pesona Jogja Homestay yang akan saya tulis. Sebuah kisah-kisah berseri yang di dalamnya menceritakan suasana dan peristiwa yang saya alami selama di Jogja. Khususnya ketika menginap di Pesona Jogja Homestay.

***

Pada sebuah sore yang basah di Pesona Jogja Homestay

              Pada sebuah sore yang basah di Pesona Jogja Homestay

“Sudah siap semua? Kalau begitu, aku ke kamar mandi dulu ya, mau pipis dan ambil dompet di kamar.”

Kamar saya ada di lantai 2. Teman-teman sedang bercengkrama di teras. Ada suami, Mas Lozz Akbar, Rian, Mbak Waya, Pungky, Jiwo dan Mas Topan. Kami berencana untuk jalan-jalan menikmati udara dan suasana Jogja di sore hari. Begitu masuk kamar mandi, menyelesaikan segala urusan hajat, dengan santai saya membuka pintu. Kok gak bisa? Udah coba diputer-puter tetep gak bisa. Sejak kecil, saya memiliki phobia jika berada di tempat sempit dan gelap. Berjalan di lorong sempit saja sudah membuat saya berkeringat dingin. Saya pernah lemas dan asma karena terkunci dalam kamar mandi kampus dan sebuah pusat pertokoan. Baru juga bulan kemarin saya terkunci di kamar mandi di dalam kamar hotel ketika mengkuti acara pelatihan jurnalistik. Masak ini saya alami yang ketiga kalinya di sini. Di Jogja. Saya mulai panik dan menggedor-gedor pintu. Takut kalau tidak ada yang mendengar, karena semuanya berkumpul di bawah. Saya berteriak dan menggedor-gedor.

Dada mulai terasa sesak dan keringat dingin mulai mengucur. Kemudian, terdengar suara suami dari luar yang mencoba menenangkan. Ada banyak suara, diantaranya Mas Lozz Akbar dan suara seorang perempuan. Mereka yang dari luar mencoba memutar-mutar gagang pintu sambil sesekali bertanya keadaan saya. Suami dan Mas Lozz mencoba untuk mendobrak pintu ketika saya sudah berteriak putus asa karena sesak napas. Entah bagaimana upaya mereka, tiba-tiba pintu sudah terbuka. Saya segera berlari ke arah balkon untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya. Menurut Mas Hakim, pintu yan macet tersebut kuncinya dioprek sama Mbak Widhi menggunakan sendok. Ya, dicongkel pakai sendok dan kemudian saya bisa bernapas lega. Mbak Widhi memang hebat!

Bersama Mbak Widhi, perempuan tangguh yang mencongkel pintu kamar mandi dengan sendok untuk menyelamatkan saya, hehe

Bersama Mbak Widhi, perempuan tangguh yang mencongkel pintu kamar mandi dengan sendok untuk menyelamatkan saya, hehe

Ya, ini merupakan salah satu rahasia saya. Saya paling takut mengunci kamar mandi. Tetep ditutup tapi nggak dikunci, jadi masih terbuka sedikit. Karena itu, saya paling nggak nyaman jika harus menggunakan kamar mandi di tempat umum. Kalau tidak terpaksa banget nget lebih memilih di rumah saja. Itupun harus ditungguin suami. Urusan ke kamar kecil jika sedang di luar rumah cukup membuat saya rewel. Suami tentu yang paling paham soal ini, hehe. Jadi, ketika tiba di penginapan dan mendapatkan kamar di atas dengan kamar mandi yang berbagi dengan tamu lain saya sedikit was-was. Setiap mau ke kamar kan selalu melewati kamar mandi, saya selalu membatin semoga nggak kekunci di dalam sana. Beruntung kamar di depan kami ditempati oleh Mas Lozz Akbar, jadi setiap ke kamar mandi saya selalu berpesan kepada suami untuk memberitahu Mas Lozz agar tidak keluar atau lewat. Kadang suami yang berjaga di depan kamar sambil menanti saya. Jarak kamar dan kamar mandi hanya selemparan kolor kalau kata Pungky. Hehe.

Baru kali ini saya menuliskan soal pobhia-pobhia di blog. Tapi ini baru dua hal, hehe. Merasa malu sebenarnya untuk mengakui. Tapi gimana lagi, hehe. Beruntung ada Mbak Widhi, salah satu petugas penginapan yang selalu siap sedia membantu kami. Perempuan tomboy yang punya sejuta kreasi.

Bersama Teman-Teman Blogger di Masjid Kotagede

Bersama Teman-Teman Blogger di Masjid Kotagede

Saya melihat tatapan mata khawatir dari teman-teman blogger yang menunggu di teras. Saya dan suami berusaha menjelaskannya sedikit, berharap tidak akan mengganggu suasana ketika kami berjalan-jalan menikmati udara Jogja di sore hari. Setelah itu, kami benar-benar menikmati udara sore kota yang katanya berhati nyaman ini. Dibandingkan beberapa tahun lalu, Jogja kini lebih ramai, sesak dan sedikit terburu-buru. Pemandangan ini saya nikmati dari balik kaca jendela mobil yang masih menyisakan butiran gerimis. Mobil melaju ke arah Kotagede. Sebuah keputusan yang diambil secara acak dan tiba-tiba selama perjalanan. Tujuan kami adalah sebuah Masjid berarsitektur lama di sana. Kami tiba dengan suasana hangat dan sedikit gerimis. Menyusuri setiap ruas dan lekuk bangunannya sambil membayangkan betapa kokohnya pada ia masa lampau. Masih setengah perjalanan, hujan turun dengan derasnya. Kami menikmatinya dengan gembira. Saya juga menikmatinya sebagai terapi sesak nafas yang masih tersisa usai terkunci dalam kamar mandi.

Meski banyak hal-hal yang tak terduga dan drama terjadi, saya begitu menikmati ketika berada di Jogja kali ini. Meski masih ada beberapa tugas dan wawancara yang harus kami selesaikan, namun berkumpul dan bertemu dengan teman-teman blogger adalah obat lelah tiada tara. Bersyukur kami dipertemukan dalam sebuah penginapan dengan suasana rumah yang terletak tidak jauh dari pusat kota. Penginapan tersebut bernama Pesona Jogja Homestay. Terletak di kelurahan Tahunan, kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta. Untuk lokasinya sudah dijelaskan dengan rinci oleh suami saya pada postingan ini.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya saya dan suami menginap di sini. Tahun lalu, ketika kami di Jogja untuk kebutuhan akses data di sebuah perpustakaan, juga menginap di sini. Homestay ini milik sepasang suami istri. Mas Win dan Mbak Irma Devita. Saya dan suami bersahabat dan sering ngobrol untuk urusan sejarah. Pertengahan Oktober lalu adalah kali kedua kami menginap di Pesona Jogja Homestay. Ada banyak perubahan tentunya dari tahun sebelumnya. Saya benar-benar menikmati menginap di sana karena bareng juga dengan beberapa kawan blogger yang kami kenal. Menempati sebuah unit bernama Prambanan bersama Mas Lozz Akbar, Pungki Prayitno, Jiwo dan Mas Topan Pramukti. Quality Time yang sangat berkesan mengingat kebiasaan kami yang sedikit banyak sama soal bangun pagi. Satu unit rumah kami tempati, bebas mau ngapain aja. Nggosip sampai subuh dan bangun sampai tengah hari pun sudah kita lewati bersama, haha. Sudah seperti rumah sendiri, bangun semaunya. Padahal memang suasananya kamarnya tenang dan enak banget buat bobok sepanjang hari. Mengingat kesibukan saya dan suami yang beberapa bulan ini memang luar biasa, kurang tidur setiap harinya, sehingga ketika menginap di Pesona Jogja Homestay benar-benar kami manfaatkan untuk beristirahat.

Awalnya, jika bicara soal homestay tentu yang saya pikirkan adalah sebuah rumah yang terdiri dari beberapa kamar, beserta perabotnya, yang kita sewa untuk kebutuhan menginap atau acara. Ada dapur dan peralatan masaknya. Namun ketentuannya adalah semua kebersihan kita yang menanggungnya sendiri. Namun ketika ada di Pesona Jogja Homestay, semuanya ada yang menangani. Mulai dari kebersihan, makanan dan segala tetek bengeknya sudah ada petugasnya. Bagi saya pribadi, ini adalah homestay kelas hotel. Nyaman sekali, bikin betah dan males pulang. Cuma tiga kata itu yang ada dalam pikiran saya ketika menuliskannya.

Satu hal lagi yang membuat saya berkesan adalah kesigapan para petugasnya. Adalah Mbak Widhi yang rela mencongkel pintu dengan sendok ketika saya terkunci di kamar mandi dan hampir pingsan. Mbak Widhi juga lah yang mau direpotkan tengah malam karena kran toilet yang bocor dan banjir di kamar mandi lantai atas. Mbak Widhi yang selalu berkata siap meskipun kami ajak nongkrong di angkringan sampai dini hari. Ada juga Mbak Endang yang selalu sigap membersihkan kamar dan unit kami. Serta tak lupa menyiapkan sarapan pagi-pagi padahal para penghuninya baru aja bobok pules. Love semuanya deh :* :*

Dari semua itu saya baru menyadari, bahwa yang membuat kita nyaman tinggal di suatu tempat adalah suasana dan juga orang-orangnya. Selanjutnya, semuanya mengikuti. Terkadang kita menjumpai sebuah penginapan yang angkuh. Suasananya enak, tapi orang-orangnya kaku. Tapi di sini lain, masih ada sedikit ketulusan meski Jogja sudah mulai berubah. Setidaknya, masih ada yang berhati luas dan bisa memahami. Sifat yang sulit sekali dijumpai di kota-kota besar dengan ritme hidup yag selalu diburu waktu. Bersambung.

Pesona Jogja Homestay, Pilihan Nyaman Untuk Beristirahat

7 Komentar

perpustakaan-cak-nun

Saya dan suami ketika berada di Rumah Maiyah milik Cak Nun

Jogja adalah sebuah kota yang selalu menjadi tujuan ketika kami (saya dan suami) sedang dalam kondisi luang dan butuh refreshing. Selain itu, Jogja adalah kota yang selalu menyuplai banyak data-data sejarah yang tidak dapat kami jumpai di Jember. Pada kenyataannya, perpustakaan daerah dan badan arsip milik Jember tidak selalu bisa membuka datanya kepada orang-orang yang tanpa rekomendasi seperti kami. Apalagi waktu itu, kami memang hanya sebagai blogger saja.Susah sekali bagi kami untuk mencari beberapa data lama untuk kebutuhan menulis. Jogja adalah surganya data lama, apalagi buat kebutuhan suami yang suka menulis tentang sejarah. Ada banyak perpustakaan yang bisa diakses dengan mudah dan terbuka oleh siapapun. Dua diantara yang kami kunjungi adalah Jogja Library Centre yang ada di kawasan Malioboro dan Rumah Maiyah milik Cak Nun di Jalan Wates. Kami bisa menghabiskan waktu seharian sampai perpustakaan tutup untuk berkutat dengan arsip-arsip lama.

img-20160926-wa0041

Salah satu kamar yang ada di Pesona Jogja Homestay

Kami menghabiskan waktu hampir seminggu untuk kebutuhan pencarian data. Selama seminggu biasanya kita punya tempat menginap yang kami pilih secara khusus. Karena tentu akan disibukkan dengan proses pengolahan data, menulis, membaca dan beberapa aktivitas lainnya. Jika hanya sekedar jalan-jalan, biasanya hanya sekitar 2-3 hari di Jogja, dan menginap di khost Ambon –kawan pelukis– di seputaran pasar klitikan. Untuk kebutuhan data, waktu yang kami habiskan lumayan panjang sehingga memilih tempat menginap yang tepat sangat diperhitungkan. Meski Ambon tidak pernah keberatan jika kami menginap lebih lama di tempatnya, pertimbangan kami juga adalah tentang kesibukan kami yang sedikit menyita waktu dan tempat sementara harus berbagi dengan kebutuhan Ambon untuk melukis. Akhirnya, kami memilih untuk menginap di Pesona Jogja Homestay. Toh, setiap harinya, disela waktu senggang kami berkutat dengan arsip lama, kami masih bisa menyempatkan waktu untuk bermain ke khost Ambon.

img-20160926-wa0031

Pesona Jogja Homestay berjarak sekitar 3 km dari titik nol kilometer Jogjakarta. Bagi kami, jarak ini tidak terlampau jauh. Cocok untuk mereka yang ingin menikmati suasana Jogja dan lepas dari hiruk pikuk pusat kota. Tapi untuk menuju pusat kota seperti Malioboro dan sekitarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, angkutan umum, becak, maupun sepeda motor. Berada di daerah yang tenang di area Celeban/Kusuma Negara, terletak tidak jauh dari universitas terkemuka dan dekat dengan kawasan terkenal Jalan Malioboro, dan tujuan wisata menarik lainya seperti Keraton, Taman Sari, Bandara Internasional Adi Sucipto, Stasiun Kereta Api, dan Candi Prambanan. Bagi kami, tentu ini tempat yang ideal untuk menginap. Cocok untuk rombongan keluarga besar juga karena berkonsep rumah, sehingga memberikan kenyamana ala rumah bagi setiap tamunya.

img-20160926-wa0043

Deretan rumah Pesona Jogja Homestay yang siap memanjakan para tamu

Karena kebutuhan kami menginap cukup lama, maka harus mencari tempat yang membuat kerasan dan mendukung kegiatan sehari-hari. Meski banyak penginapan dan hotel berkelas di pusat kota, namun kami memilih menginap di Pesona Jogja Homestay karena ingin benar-benar merasakan tinggal seperti layaknya warga Jogja lengkap dengan budayanya. Waktu kami menginap di sana, kami sempat menyaksikan betapa guyup dan gotong royong masyarakat sekitar ketika ada lelayu di salah satu gang menuju lokasi. Satu lagi, harga belanjaan di sekitaran sini masih murah-murah. Waktu itu saya sempat melihat harga tempe berbungkus daun seukuran telapak tangan orang dewasa seharga lima ratus rupiah. Karena dilengkapi dengan perabotan dapur yang lumayan, jadinya kita bisa memasak sendiri di penginapan ini. Semakin kerasan tinggal berbulan-bulan kalau seperti ini, hehe. Ya siapa tahu suatu saat bisa tinggal di Jogja, hehe. Amin…

img-20160926-wa0032

Pesona Jogja Homestay sendiri merupakan sebuah komplek yang terdiri hanya dari 6 rumah berlantai 2. Dalam satu rumah ada sekitar 3-4 kamar yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas modern. Ada dapur, ruang tamu, ruang makan, parkiran dan jasa laundry. Untuk kebutuhan transportasi, jika tidak membawa kendaraan sendiri, bisa juga menyewa mobil, motor atau memanfaatkan jasa abang becak di sekitaran lokasi ini. Tamu dapat memilih untuk menempati 1 kamar secara terpisah atau 1 unit rumah, dan nikmati layanan yang mengedepankan sebuah kenyamanan pribadi atau seluruh anggota keluarga.

img-20160926-wa0037

Arena persawahan di seputaran lokasi dilihat dari lantai dua

Terletak di tengah perkampungan dengan lingkungan yang menyenangkan,dari kamar di lantai dua kita bisa melihat hijau persawahan yang segar. Sangat cocok untuk menikmati senja sambil membaca buku dan ngopi-ngopi. Serasa tak ingin pulang. Jika beruntung dan tidak sedang mendung, kita bisa memotret lekuk merapi dari lantai dua. Kamar dan segala yang ada d rumah ini bersih dan terawat. Setiap paginya, disediakan sarapan berupa gudeg khas Jogja.

Homestay ini lumayan dekat dengan beberapa Universitas yang ada di seputaran Jogja, jadi akan sangat cocok untuk rombongan keluarga yang ingin menengok atau menghadiri wisuda putra/putri tersayang. Akhir-akhir ini banyak tempat wisata yang memang sedang hits di Jogja. Entah itu beberapa pantainya ataupun demam wisata ke lokasi di mana tempat syuting AADC 2. Jangan lupa pilih tempat istirahat yang nyaman ya. Karena perjalanan membutuhkan tenaga, jadi pastikan energi yang terkuras bisa kembali dengan istirahat yang berkualitas.

Jadi, kapan kita ke Jogja Mas Hakim? :p

Teliti Sebelum Membeli, Cek Harga Dulu di Priceza.co.id

2 Komentar

Sebagai Ibu rumah tangga yang juga merangkap sebagai manager keuangan, tentu harus cerdas dan cermat sebelum membeli. Kalau di pasar, kita bisa berkeliling dari satu toko ke toko lainnya hanya ustuk selisih harga 500 perak demi mendapatkan barang dengan kualitas yang sama. Hal inilah yang seringkali dipusingkan oleh kaum lelaki. Perempuan bisa berjam-jam melewati beberapa toko hanya karena mencari harga termurah. Rasanya seperti menang lomba kalau bisa dapatkan harga termurah dengan kualitas barang yang sama seperti toko-toko lainnya. Tapi bagi saya, justru inilah seninya berbelanja. Haha.

Itu kalau di pasar ya. Bagaimana kalu beli di toko online? Yang tidak bisa kita datangi dan lihat secara langsung barangnya? Yang cuma bisa kita lihat gambarnya saja, tanpa bisa diraba. Tenang, banyak toko online yang sudah terpercaya akan kualitas dan no tipu tipu. Untuk ngecek perbandingan harga dari satu olshop satu ke olshop lainnya juga gampang kok. Kalau harus sekrol sekrol dan pindah tab kan lumayan pegel ya. Apalagi kalau online-nya memakai hape. Tentu tidak efisien, apalagi buat orang yang tidak sabar. Belum lemotnya. Belum paketan habis. Bisa stress sendiri, hehe.

Sekarang sudah ada situs yang khusus untuk cek perbandingan harga di toko online. Yup, cukup dengan mengunjungi priceza.co.id, kita bisa melacak harga-harga di beberapa toko online yang menyediakan barang yang kita cari. Dari sana bisa dilihat, mana harga yang paling murah. Lebih efisien daripada harus pindah tab sana-sini. Ibu rumah tangga gak mau rugi waktu dong! Hihihi.

Contohnya seperti ini ya. Cari produk yang diinginkan di list kategori. Kalau sudah ketemu, klik barang yang dimaksud. Bisa dilihat di gambar di bawah ini ya. Barang yang saya cari adalah Smartfren Andro Max Tab 7.0. Setelah itu, klik ‘bandingkan harga’ nanti akan muncul beberapa perbandingan harga dari beberapa toko online yang ada atas barang yang kita maksud.

priceza-1

priceza2

Sebelum priceza.co.id ini memang ada situ perbandingan harga, tapi list barangnya terbatas. Kalau di priceza.co.id ini pilihannya banyak. Mulai dari IT dan Komputer, laptop, tablet, hape, alat elektronik, kosmetik, fashion, produk kesehatan, alat elektronik, buku, produk untuk ibu dan anak, konsumsi otomotif serta beberapa jenis barang lainnya.

Bagaimana Ibu-Ibu, siap berbelanja online dengan cerdas, cermat dan teliti? Jangan sampai ada harga murah yang terlewat ya. Cek harga dulu di priceza.co.id sebelum berbelanja, jangan sampai ada penawaran yang terlewat, hehe.

CariCommunity : Media Social Pemberdayaan Komunitas

5 Komentar

Sekarang ini kalau ditanya soal media social hampir dipastikan semuanya punya. Entah itu facebook, twitter, path, instagram dan berbagai macam lainnya. Hampir kesemuanya digunakan secara individu oleh sebagain besar orang. Nah, semua pasti sudah tau fungsi dan kegunaan media sosial yang saya sebutkan di atas. Selain media sosial pribadi seperti yang lagi marak belakangan ini, ada media sosial baru yang khusus digunakan untuk memberdayakan komunitas. CariCommunity, media sosial baru ini dirancang khusus untuk komunitas dengan tujuan bisa menggunakan teknologi internet. Berkomunitas dengan CariCommunity ini bukan hanya sekedar euforia menggunakan media sosial buat urusan narsis dan selvie saja. Tapi media sosial satu ini juga berperan memberdayakan tujuan komunitas untuk berkembang sesuai dengan minatnya. Selain itu juga berjejaring dengan Usaha-Usaha Kecil Menengah untuk meraih keuntungan bersama.

Trus kalau kita gabung disana manfaatnya apa? Banyak dong. Ada banyak hal yang bisa kita peroleh ketika bergabung di CariCommunity. Media social yang satu ini dirancang dengan mudah dan praktis. Tanpa ribet, jadi cocok bagi pemula yang pengen memulai kegiatan dunia maya dengan mengaplikasikan media social khusus komunitas yang satu ini. Mudah bergabung dan mudah berbagi. Jelas ini merupakan satu keuntungan yang luar biasa. Kebanyakan media sosial kadangkala masih terlalu ribet tata cara pengaplikasiannya. Tidak ramah dan membuat pengguna yang awalnya tertarik menjadi menjauh.

CariCommunity, Media Social Untuk Komunitas

CariCommunity, Media Social Untuk Komunitas

Trus kelebihan lainnya adalah pada fitur dan layanannya yang mendukung banget untuk komunitas yang kita daftarkan. Namanya saja untuk komunitas tentu saja isi fiturnya juga sangat mendukung segala aktifitas yang terdapat di dalam komunitas tersebut. Diantaranya adalah Community Message Board, Kalender Kegiatan, Profil Anggota, dan kesemuanya dirancang khusus untuk menunjang kegiatan komunitas. Karena dalam media social ini ada pembagian hasil / insentif maka ada salah satu fiturnya yang berupa direktori bisnis dengan fokus UKM. Bukan hanya berjejaring di Indonesia saja, tapi juga internasional. Jadi kita bisa update terhadap perkembangan bisnis dunia yang sedang in.

Cara daftar akunnya mudah kok. Tinggal siapin email dan pasword untuk media sosial ini , kemudian ikuti petunjuk selanjutnya. Gak ribet kok, cocok buat pemula kayak saya. Setelah itu buatlah komunitasmu dari panel komunitas, disana udah ada petunjuknya yang gampang banget. Tinggal ngikutin langkah yang tertera kita sudah diantarkan sesuai dengan keinginan. Nah, masih gak kepo tentang media sosial yang satu ini? Media sosial untuk mewadahi para komunitas ya CariCommunity. Ada banyak info dan pengalaman yang bisa kita dapatkan dari sini. Masih gak kepo? Kepo dong ah, biar penasaran sama media sosial kolektif ini.

Ezra : Sederhana dan Bikin Penasaran

3 Komentar

Ezra. Pasti pada penasaran sama yang satu ini, siapa sih dia? Bintang sinetron kah? Pemain drama korea kah? Bagi yang penasaran, yuk merapat kemari 🙂

1

Jadi, Ezra itu sebenarnya adalah sebuah brand fashion terbaru yang masuk di Indonesia. Sebelumnya brand ini sudah terkenal di beberapa negara diantaranya Hongkong, Singapore dan Malaysia. Nah, kehadiran si Ezra di Indonesia ini bisa dengan mudah kita dapatkan di Zalora (pusat perbelanjaan online terbesar di Indonesia).

2Sebenarnya, apa sih yang membuat si Ezra ini istimewa dan membuat penasaran? Kalau saya lihat sih karena desaign produknya yang simple dan sederhana tapi tetap terkesan elegan. Beberapa koleksinya diantaranya mulai dari atasan formal maupun informal, gaun, sepatu, sandal, wedges dan masih banyak yang lainnya. Ezra hanya khusus cewek saja? Tentu saja tidak, cowok pun tak mau kalah dong. Ada beberapa produk Ezra yang memang dibuat khusus untuk cowok juga. Jadi, gak usah iri,hehe.

Dengan model simple namun tetap terkesan elegan ini Ezra diharapkan mampu mewarnai dunia fashion di tanah air.  Apalagi dengan harga yang bersaing dan selalu berinovasi menampilkan koleksi yang fresh dan keren. Nggak usah penasaran, langsung aja deh cap cus ke Zalora intipin koleksi si Ezra 🙂

3

Kiat Jitu memilih Genset Berkualitas

3 Komentar

Genset (Generator Set) merupakan satu solusi praktis untuk mengatasi permasalahan listrik. Apalagi untuk daerah-daerah terpencil dan juga daerah-daerah yang sering mengalami pemadaman listrik. Apalagi di Indonesia secara umum sering sekali ada pemadaman listrik. Genset yang dipakai pun tak bisa kita pilih seenaknya saja. Butuh pemilihan kiat-kiat khusus untuk memilih genset yang berkualitas. Karena jika tidak berkualitas produknya pun tidak awet dan tentu saja gampang rusak dan tidak menjamin proses kerja mesinnya.

Ada banyak pilihan genset dengan berbagai pilihan harga dan juga kualitas tentunya. Pasar menyediakan banyak produk sehingga banyak orang yang kebingungan untuk memilihnya. Jangan-jangan kalau pilih yang murah, kualitasnya nggak oke. Tapi kalau pilih yang mahal, takutnya ketipu. Bisa berat di ongkos nih,hehe. Kalau kita bisa jeli dalam memilih tentu akan mendapatkan hasil yang maksimal juga. Karena butuh keahlian khusus untuk melihat jeli, pertimbangan khususnya lebih ditekankan pada fungsi dan kegunaannya.

Yang pertama butuh dipertimbangkan adalah memilihnya sesuai dengan kebutuhan. Jadi, segala feature dan modelnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kita. Jangan sampai kita terbujuk dengan iming-iming harga mura dengan aneka feature yang membingungkan. Buat apa kalau tak sesuai dengan kebutuhan kita? Percuma kan?

Yang kedua adalah menyesuaikan dengan budget yang kita punya. tentu ada standard minimal budget yang harus kita sesuaikan dengan kebutuhan. Kalau sudah seperti itu patokannya akan lebih mudah dan meminimalisir adanya pembengkakan biaya karena kita memilih genset yang nggak jelas,hehe.

Yang ketiga adalah mempelajari dengan detail genset yang kita butuhkan. Apakah butuh generator kedap suara, ataukah yang biasa saja? Tentu saja kita harus mempelajari segala komponennya. Termasuk kelemahan dan juga kelebihannya. Karena termasuk dalam bagian alat berat, kita juga butuh mempelajari mesin dan komponen yang ada di dalamnya. Sesuaikah dengan spesifikasi seperti yang kita butuhkan? Pokoknya kita harus memilih genset yang benar-benar tidak membohongi konsumen. Biar nggak nyesel juga belinya,hehe. Jadi, jangan asal beli dulu deh. Ada baiknya kita pelajari seluk beluknya dengan jeli dan teliti biar gak ketipu 🙂

Osram, Lampu Hemat Energi dan Biaya

1 Komentar

Sebagai seorang ibu rumah tangga, tentu saja kita akan lebih selektif dalam memilih sesuatu. Kualitas dan bahan juga menjadi pertimbangan khusus setelah harga. Percuma kalau harganya murah tapi kualitasnya juga nggak seoke yang kita inginkan. Bukan berarti kita menganggap bahwa harga yang murah selalu menghasilkan kualitas yang murahan lho. Tapi ada juga barang murah tapi kualitasnya oke. Pokoknya kalau untuk keluarga, nggak mau rugi. Harus dipertimbangkan secara detai dan mendalam,hehe.

Salah satu komponen penting dalam sebuah rumah adalah pencahayaan yang bagus. Pencahayaan yang saya maksudkan disini adalah sewaktu malam hari. Kita juga harus selektif memilih lampu yang sesuai dengan kebutuhan seluruh keluarga. banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Diantaranya kualitas dan efeknya bagi kesehatan diri dan juga kantong kita. Lampu dengan harga murah biasanya lebih cepat rusak dan mutunya pun tak terjamin.

Libratama group, sebuah perusahaan industry maintenance mempunyai sebuah produk lampu yang sangat handal yang menurut pemikiran selektif saya sangat cocok untuk dipakai di kondisi rumah Indonesia. Mutu dan kualitasnya terjamin. Osram sendiri merupakan Produk Lighting yang hemat energi hingga 80%, selain mengurangi emisi CO2 juga mengurangi biaya pergantian dan listrik. Nah, ini yang paling dicari oleh emak-emak seperti saya. Dilihat dari berbagai sisi, produk ini memang andalan dan tepat guna. Bisa menghemat listrik dan tentu saja ini akan sangat bersahabat dengan pengeluaran bulanan kita.

Selain produk lighting, libratama juga memelopori beberapa produk industrial maintenance seperti halnya kompresor, tank linings, battery diagnosis, dan masih banyak lagi beberapa produk lainnya. Sebagain besar produk-produk libratama group ini merupakan produk-produk untuk menunjang pemeliharaan mesin. Wuih, vital banget ya. Coba bayangkan jika produk-produk tersebut tak ada untuk menunjang kinerja mesin, dapat dipastikan mutu dan kualitas mesin pun akan cepat rusak sehingga memakan biaya perawatan yang tinggi.

Older Entries