Beranda

Sejak Sepuluh Hari Lalu

4 Komentar

Zuhana AZ

Terhitung sejak terjadinya gerhana matahari total, sepuluh hari yang lalu.

Ketika itu kau tampak sangat lelah. Sudah barang tentu. Kita baru saja melakukan perjalanan Tuban-Gresik di siang yang terik, terdampak macet yang menyiksa di jalur Widang-Babat. Kita hanya sebentar di Gresik, kemudian berlabuh sejenak di Surabaya. Perjalanan berikutnya adalah dengan kereta api Mutiara Timur, Gubeng-Kalisat.

Kereta yang kita tumpangi tiba di stasiun Kalisat pada dini hari, detik-detik menjelang gerhana matahari total. Dari stasiun ke rumah kontrakan, kita jalan kaki dengan gembira. Kadang, tawamu dan tawaku memecah kesunyian. Di saat yang lain, tawamu mengagetkan sekumpulan lelaki yang sedang mojok di keremangan. Mulanya aku bergidik. Resah. Kau tetap dengan sisa tawamu. Salah satu dari lelaki yang berkumpul itu, ia menyapamu ramah. Syukurlah.

Sesampainya di rumah.

Sementara aku memejamkan mata, kamu menolak untuk tidur. Seolah-olah kau ingin bilang, “Aku sedang ingin berdua-duaan dengan Sroedji.”

Ketika aku terbangun, kau memanjakanku dengan foto-foto gerhana. “Lihat, aku mengumpulkan foto gerhana untukmu. Ini sejarah semesta, sedangkan kulihat kau tertidur lelap. Maka, kusimpan beberapa foto untukmu.” Tapi kau sendiri tak tidur. Matamu kuyu. Layar monitor di depanmu menunjukkan jika kau sedang menulis sesuatu, perkara Agresi Militer. Wajahmu berminyak, tapi tetap saja mencoba tampil ceria, dan tetap menunjukkan foto-foto gerhana.

Tak tahukah dirimu, aku hanya ingin kau terlelap.

Hari-hari berikutnya, kau ada di antara buku-buku, serta lembar-lembar kertas yang sebagiannya adalah hasil dari tulisan tanganmu sendiri. “Catatan ini cukup membantu ketika aku diserang lupa,” katamu. Iya. Kita adalah pasangan yang pelupa. Tapi bukan itu. Aku mengerti, pengetahuanmu dalam kepangkatan militer sungguh tak hebat. Lelaki, aku tak mengenalmu selama sehari dua hari saja. Kita lebih dari itu.

Jember, 10 Maret 2016

Kita memang sempat ke Puncak Garahan, menikmati nasi pecel bersama-sama. Seorang sahabat dari Kalisat sedang merayakan hari lahirnya. Tapi itu ketika hari telah malam. Dari pagi hingga menjelang Isya’ hari-harimu hanya bersama setumpuk buku, coteran-coteran, serta wajah yang berminyak. Aku ingin menolak setiap kali wajahmu memohon untuk kubuatkan wedang kopi. Tapi aku tak bisa. Aku tahu, engkau butuh itu.

Esok harinya, pagi-pagi sekali, aku berangkat sendiri ke Prosalina. Matamu kuyu. Kubilang padamu, sebentar lagi tidurlah, sementara aku berangkat. Hari masih terlalu pagi ketika aku –bersama Rere jurnalis RJ– diserang jambret di perempatan kota yang ramai, tapi aku baru menceritakan itu padamu menjelang Maghrib. Sungguh aku takut, jika ketakutan itu kuceritakan padamu, hanya akan mengganggu kemesraanmu bersama buku-buku dan catatanmu.

Setelah kejadian itu, kau memaksa untuk mengantarkan aku, pagi-pagi sekali. Matamu kuyu, wajahmu berminyak. Aku bilang padamu, “Nanti saja ketika aku sudah selesai, jemput aku.” Sebab aku ingin kau punya waktu untuk terlelap.

Ketika menjemputku, matamu merah. Sepertinya kau sedang marah pada sesuatu. Ketika kutanyakan itu, kau berubah memasang senyum manis. Tak ada lagi warna merah yang marah. Belakangan aku tahu, hari ini kau menerima banyak kabar, dan kau belum lagi tidur. Kabar pertama datang dari kedua adik kita dari SWAPENKA –sebuah organisasi pencinta alam di sastra– yang mengabarkan tentang ‘miss communication’ antara mereka dengan salah satu dosen jurusan Ilmu Sejarah. Mereka datang ke Kalisat dan berkisah, kau tak sempat terlelap. Kabar berikutnya adalah kabar yang banyak sekali, aku malas untuk menuliskannya.

Aku masih mengingatnya, hari dimana kau tampak ceria sekali. Aku tanya, “Ada apa?” Mulanya kau hanya tersenyum, lalu bilang, “Bu Ratna sedang melengkapi data-data untuk naskah akademik. Jadi, mari kita jalan-jalan sejenak.” Oh, tentang itu lagi rupanya.

Esok harinya, kau tampak lebih santai dari biasanya. Aku sungguh bahagia demi melihat wajahmu tak lagi berminyak di depan layar monitor, dan matamu tak lagi kuyu. Tapi itu hanya berlangsung hingga sore hari. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba kau sudah kembali dengan setumpuk catatan itu. Kau bahkan melewatkan malam renungan yang hanya berlangsung setahun sekali, tepatnya di tanggal 14 Maret menuju 15 Maret. Iya benar, itu hari lahir SWAPENKA, tempat dimana dulu kita berjumpa dan berproses bersama.

Malam itu kau bilang, sudah tidak cawe-cawe lagi dengan naskah akademik. Kupikir, setelah lima hari empat malam yang melelahkan, semuanya telah berakhir. Aku turut bahagia. Dengarlah lelaki, aku punya setumpuk kisah yang ingin kututurkan padamu, di setiap kali kita akan terlelap, di beberapa saat sebelum kita melantunkan doa, “Bismikallah huma ahya wa bismika ammut.”

Pada kenyataannya, di hari-hari selanjutnya kau masih saja berada di antara tumpukan kertas yang sekali tempo bercecer tak beraturan. Tak tega rasanya melantunkan kisah padamu, lelaki sahabat sebantal. Bahkan untuk menceritakan kerinduanku pada Almarhum Lik Ming pun aku tak tega.

Kau memang terlihat lebih santai dan pelan, dibanding lima hari pertama. Matamu tak sangat kuyu, wajahmu tak begitu berminyak. Kau bahkan menyempatkan diri untuk manjer beberapa halaman jejaring sosial. Tapi kini, ketika aku bertanya tentang sosok pejuang Sroedji, jawabanmu terlalu berbelit-belit, seperti sedang menuturkan tentang Teknik Penulisan Sejarah beserta metode-metode ikutannya.

Tak tahukah dirimu bahwa itu sangat menyebalkan?

Lelaki, dimana hilangnya kepolosan kisahmu? Dulu, ketika kau tidak tahu, kau akan bilang tidak tahu. Lalu, pelan tapi pasti, kau akan mencarikan jawabannya untukku. Tidak ngoyo tapi ajeg. Kini, ketika iseng kutanyakan hal yang senada, di saat tak mengerti jawabannya, kau akan mencarinya di buku-buku dan di slempitan catatan-catatanmu, saat itu juga. Lalu jawaban yang keluar dari bibirmu adalah sama saja seperti sederet catatan yang ada di dalam buku. Itu tentu baik, secara ilmu pengetahuan. Tapi aku mengerti, itu bukan untukku lagi.

Ceritakan Padaku Tentang Dia

Dulu sekali, aku pernah bertanya padamu tentang dia. Tentang seseorang yang gugur di medan perang. Tentang seseorang yang namanya dijadikan nama jalan di kotamu, dan di beberapa kota lain. Tentang seseorang yang sosoknya disimbolkan sebagai patung nan gagah di pelataran PEMKAB Jember. Lalu kau bercerita dengan mesra.

Aku suka ketika kau berkisah tentang sebuah sekolah dasar di Jember yang beralamatkan Jalan Letkol Moch. Sroedji No. 250 Patrang. Kemudian kau bercerita hal-hal yang ringan namun bukan fiksi. Kau bahkan menuliskan itu di kompasiana, dengan gaya bahasa yang apa adanya, dengan tokoh bernama ‘aku kamu.’ Sungguh, aku merindukannya. Namun semakin hari, tulisan itu semakin berubah, tak lagi sama seperti sedia kala. Ada banyak edit di sana sini. Lalu kau menambahkan sebuah kalimat yang seperti terdengar mesra namun aku tak mengharapkannya.

“Istriku, aku berjanji padamu. Tulisan ini akan selalu mengalami perbaikan, setiap kali aku mendapati data baru. Sekarang buatkan aku secangkir kopi ya cantik.”

Lelaki, aku istrimu. Tak perlulah kau berbelit-belit data dan wacana jika hanya ingin menuturkan sesuatu padaku. Tengoklah catatan yang kau buat di kompasiana, kini tak lagi terpelihara.

Aku hanya rindu kau bertutur seperti dulu. Perkara kebaikan memang patut dibalas dengan kebaikan, tapi jangan gugur di medan makna. Aku yakin mereka pasti akan memahami, sebab mereka baik.

Hai lelaki korek api dan api unggun, semisal kau lupa dengan hasil tulisanmu sendiri, cobalah kau baca lagi coretanmu ketika berkisah untuk Afrin. Aku suka. Ia juga sebagai penutup catatan ini.

Istrimu, Zuhana AZ

*******


NAMANYA AFRIN. Selain cantik, ia adalah gadis yang ceria. Dialah yang mengundang saya dan Hana di acara radio ‘Cek Jembere’ Kiss FM. Di acara itu Afrin bertanya, mengapa saya senang menulis catatan pendek tentang Sroedji? Saya bilang, atas nama masa kecil. Lalu saya bercerita padanya tentang keberadaan patung di pusat kota, serta pertanyaan-pertanyaan masa kecil yang menyertainya.


“Ketika masih bocah, saya punya banyak pertanyaan tentang patung Letkol Moch. Sroedji. Siapa pembuatnya? Kemana perginya patung itu saat kebelet pipis?”

Afrin tertawa mendengar imajinasi saya di kala bocah. Pertanyaan lain dari Afrin yang masih saya ingat.

“Dari mana Mas Hakim mengenal keluarga Sroedji?”

“Lewat tulisan. Rupanya tiga tahun lalu mereka membaca catatan pendek yang saya unggah di dunia maya.”

Saya lupa, apalagi ya yang ditanyakan Afrin? Waktu itu –15 Februari 2015– kami berbincang sambil sesekali bercanda. Ohya, Afrin ingin tahu pendapat saya tentang usulan dijadikannya Moch. Sroedji sebagai pahlawan nasional.

Niat saya menulis bukan untuk itu. Tapi tentu saya senang jika Moch. Sroedji diusulkan menjadi pahlawan nasional. Semangat perjuangannya akan tetap hidup jika kita bersedia untuk mengingatnya. Saya kira, secara filosofis, ini adalah penghargaan terhadap seluruh pasukan Brigade III Damarwulan.

Semisal usulan itu nantinya berhasil, adalah tugas kita semua untuk mengusulkan tokoh-tokoh yang lain, baik pejuang yang dari sisi kepangkatan apalagi sipil. Sebab perjuangan bukan hanya tentang mengokang senjata.

Buat Afrin, terima kasih.

Perempuan dan Ruang Geraknya di Dunia Maya

53 Komentar

Internet merupakan teknologi dahsyat yang diciptakan untuk menghadirkan komunikasi-komunikasi baru. Berbicara mengenai banyak hal. Memuat informasi yang kita butuhkan. Teknologi ini memuat banyak kejutan. Dari sini juga hadir beberapa media social yang juga memuat bentuk komunikasi baru. Tak harus bertemu, tak hanya mendengar suara, tapi bisa saling berkomunikasi meski hanya lewat tulisan.

Bagi saya pribadi, awalnya internet adalah bentuk teknologi aneh yang tak ramah perempuan. Seringkali saya mendengarkan beberapa berita tentang kejahatan pada perempuan yang berawal dari komunikasi di dunia maya. Ngeri juga membayangkannya. Hingga pada suatu ketika, pekerjaan membawa saya untuk menyelaminya. Dan yang saya dapatkan, jauh dari apa yang sempat saya pikirkan. Ya, semua memang kembali pada kebutuhan. Bila kita memanfaatkannya sesuai dengan batas kebutuhan, maka tak akan pernah ada kejadian buruk yang terjadi. Sama halnya dengan pemanfaatan sumber daya alam, wajar dan sesuai dengan batas kebutuhan.

Perempuan dan Internet

Photo by Bang Faisal Korep. Lokasi di rumah kontrakan adek saya (Rudi Hartono) sambil menemani karantina adik-adik calon anggota pencinta alam yang hari ini mau masuk hutan 🙂

Seiring perkembangan waktu, dunia maya tak lagi disesaki kaum adam. Banyak perempuan kreatif yang memanfaatkannya sebagai wadah positif. Mereka yang gemar menulis, memanfaatkan beberapa media social yang menyediakan layanan untuk itu. Mereka yang suka motret pun tak mau kalah. Mereka yang hobi membuat beberapa kerajinan tangan juga mengaktualisasikan karyanya lewat internet. Mereka yang suka memasak pun tak mau ketinggalan kesempatan untuk berbagi resep. Banyak lagi hobi dan info yang ingin dibagi. Ini karena daya jangkaunya yang luas dan bisa diakses dengan mudah. Bukan di tataran lokal saja, tapi juga ke luar negeri. Apalagi dengan semakin maraknya bisnis online dan menjamurnya online shop. Banyak kaum hawa yang memanfaatkannya sebagai ajang untuk menekuni bisnis rumahan. Ini bukan hanya masalah gender. Bukan pula sebuah tuntutan bahwa perempuan ingin selalu ada di ranah manapun. Saya bukanlah seorang penganut feminism garis keras, tapi percayalah semua ini adalah masalah aktualisasi karya yang ingin disampaikan. Bahwa perempuan juga butuh hadir di ranah dunia maya. Bahwa ruang-ruang di dunia maya itu juga butuh diisi oleh perempuan.

Canggihnya perkembangan teknologi khususnya di dunia maya membuat segala yang tak mungkin menjadi mungkin. Termasuk kebutuhan untuk berserikat dan berkumpul dalam sebuah komunitas. Sekalipun di dunia maya, semuanya bukanlah hal yang mustahil. Komunikasi tetap terus berjalan dan tetap saling berbagi. Komunitas perempuan di dunia maya yang saya ikuti adalah KEB (Kumpulan Emak Blogger). Didasari atas kebutuhan untuk saling berbagi, komunitas tersebut ada. Kumpulan Emak Blogger lebih menitikberatkan aktifitasnya di dunia blogging, semua membernya wajib punya blog. Kami bisa berbagi dan share tentang apapun. Tentang semua yang memang layak untuk dibagikan. Adakalanya memang kita membahas seputar dunia perempuan, parenting, berpartisipasi memberikan bantuan korban bencana alam, atau mungkin hanya sekedar berbagi tulisan tentang kedai kopi dan resep masakan. Bagi kebanyakan orang mungkin apa yang kami lakukan hanyalah remeh temeh tak penting. Tapi bagi kami, ini suatu kebutuhan. Kebutuhan untuk saling berbagi dengan sesama perempuan. Mungkin akan terlihat ekslusif, tapi untuk sebuah kebutuhan bukankah kita perlu tempat yang tepat? Dan saya rasa ini bukanlah sebuah ekslusifitas. Bukan pula masalah gender. Dan tak melulu tentang feminisme. Ini hanyalah karena kami merasa bahwa ini adalah sebuah kebutuhan. Kebutuhan untuk berbagi.

Kumpulan Emak-Emak Blogger

Online Shop, Atasi Malu Saat Berbelanja

7 Komentar

Lingerie? Pikiran kita pasti diarahkan ke pakaian dengan model minim dan bentuk serta warna-warna khusus. Ya, lingerie adalah semacam pakaian dalam perempuan dengan berbagai macam model dan warna. Tak hanya itu. Bahannya pun bermacam-macam. Entah dari mana asalnya, lingerie sexy ini menjadi sebuah kebutuhan khusus bagi perempuan di jaman sekarang. Bahkan beberapa toko maupun butik baik di dunia nyata maupun dunia maya ada yang secara khusus jual lingerie. Ya, hanya menjual lingerie. Hal tersebut menandakan bahwa kehadirannya saat ini memang sangat dibutuhkan oleh kaum hawa.

marlies-vneck-front

Beli lingerie di tempat umum? Ih, malu kan ada yang lihat. Ntar ada yang komen aneh-aneh tentang model lingerie yang kita pilih. Duh, serba salah ya kalau mau beli lingerie di tempat umum. Tenang, sekarang kan jaman sudah canggih. Internet juga menawarkan segala fasilitas yang bisa memudahkan apa yang kita perlukan. Untuk masalah jual beli, sekarang ini juga sangat dimudahkan dengan adanya internet khususnya lewat beberapa jejaring sosial maupun blog. Online shop sudah bertebaran dimana-mana, dengan barang dagangan yang juga beragam. Mulai dari alat dapur, rumah, kebutuhan bayi, pakaian pria maupun wanita, sampai ada juga lho olshop yang khusus menjual pakaian dalam maupun lingerie. Disana kita hanya butuh memilih dan memilah barang mana yang akan kita beli. Biasanya sih di beberapa olshop itu ada beberapa gambar yang dipajang, lengkap dengan keterangan ukuran dan bahannya. Nah, disana kita tinggal milih aja yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kalau membeli lewat online shop ini harus pinter milih yang terpercaya dan recomended. Karena kan kita nggak bisa lihat barangnya langsung, selain itu resiko barang yang gak sesuai dengan apa yang kita inginkan pun ditanggung oleh pembeli. Namun ada beberapa olshop yang mau bertanggung jawab terhadap kualitas barang yang sudah diterima oleh pembeli.

Manfaatkan olshop sesuai dengan batas kebutuhan, jangan kalap dan sembarang beli. Nantinya akan rugi sendiri. Kalau beli online di olshop yang terpercaya sudah gak malu lagi kan mau milih-milih lingerie? Kita tinggal memilih barangnya, pesan sesuai ukuran, pesan sesuai model dan warna, pilih bahan yang nyaman, sesuaikan budget dengan kantong kita, trus transfer uangnya, tinggal duduk manis deh nunggu barangnya dateng. Selain penjual, gak akan ada orang lain yang tahu dengan lingerie yang kita pilih. Masih malu mau beli lingerie? Olshop pilihannya. Selamat mencoba!

Pertambahan Fungsi dan Nilai Tas Wanita

2 Komentar

Begitu kompleksnya perkembangan dunia fashion wanita semakin membuatnya tampak sempurna. Bagaimana tidak? Beragam produk fashion dan kecantikan berlomba-lomba untuk menjadi tren di pasaran. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tak hanya pakaian dan alat-alat kecantikan. Beberapa aksesoris pendukung pun mulai marak dan semakin mencuri perhatian. Salah satunya adalah tas. Kalau dulu difungsikan sebagai penyimpan barang, sekarang fungsinya pun semakin bertambah. Tas wanita diyakini memiliki fungsi yang beragam. Selain untuk menyimpan barang, saat ini juga sebagai padu padan aksesoris penyelaras dandanan. Hal ini tak dapat kita pungkiri lagi. Peralihan fungsi ini pun diamini oleh banyak kalangan terutama oleh beberapa wanita karir dan juga bagi mereka yang mencintai dunia fashion.

Tak ada yang bisa disalahkan, karena perkembangannya saat ini memang seperti itu. Toh semuanya tidak merugikan. Sebagaimana kita lihat saat ini, padu padan untuk menyelaraskan gaya juga bermacam-macam. Bila kita memakai baju berwarna merah, maka segala aksesorisnya pun harus berwarna merah. Bisa juga dipilih dengan warna yang senada dan serasi. Begitu juga dengan tas. Ini merupakan faktor yang sangat penting, mengingat letak pemakaiannya pun menguasai pandangan secara dominan. Jadi, kebanyakan wanita menaruh perhatian lebih dalam memilih aneka rupa tas yang serasi dengan pakaian yang dikenakan.

valerie_leather_brown_4__1
Pasar juga mulai menggeliatkan beragam aksesoris wanita pendukung ini, termasuk tas. Beberapa model dan corak dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan fashion wanita. Bahkan ada juga yang dijual satu pasang dengan pakaian dan juga beragam aksesoris lainnya. Dengan banyaknya pilihan yang mulai tersebar di pasaran, kita tak perlu khawatir lagi akan kesesuaian yang akan kita kenakan dalam pakaian kita. Karena semuanya sudah disediakan oleh pasar, dan tentu saja sesuai dengan kebutuhan kita sehari-hari. Jangankan dari bentuk dan warnanya, mulai dari pilihan bahannya pun beragam. Apalagi sekarang sedang tren go green,jadi semua produsen juga turut andil untuk mensukseskannya. Dari banyaknya pilihan yang ditawarkan, kita harus pandai-pandai memilih mana tas yang sesuai dengan karakter kita. Sebagaimana pertambahan fungsi dan nilai tas, karena bentuknya adalah untuk aksesoris pelengkap makan hal tersebut juga dapat mencerminkan karakter dari si pemakainya.

Utamakan Kenyamanan Untuk Si Kecil

Tinggalkan komentar

Ketika memakai baju yang itu-itu saja, tentu kita akan dhinggapi rasa bosan. Bukan hanya orang dewasa saja yang mengalami hal tersebut. Si kecil pun pada saat-saat tertentu akan mengalami hal serupa. Bosan dan jengah dengan warna dan model baju yang serupa dan hampir dipakai setiap saat. Belum lagi karena keaktifannya dalam beraktifitas membuat badan memproduksi keringat lebih banyak. Demi kenyamanan dan kesehatan kulit si kecil, mau tak mau kita harus sering-sering menggantikan baju. Hal tersebut untuk menghindari alergi kulit yang tak kita inginkan. Selain masalah kulit, kita juga harus memberikan perhatian khusus pada baju yang akan dipakai oleh si kecil. Apakah bahannya bagus? Apa menyerap keringat? Kira-kira menimbulkan alergi gak ya? Sedikit ribet sih, tapi itu semua toh demi kenyamanan si kecil saat beraktifitas.

dress-tutu-120000-1

Karena itu, semua orang tua pasti tak mau asal pilih untuk buah hatinya. Semua ingin memberikan yang nyaman dan terbaik. Pilihan yang saat ini banyak ditawarkan adalah baju anak branded murah. Karena selain murah, kualitas barangnya pun terjaga dan aman dipakai oleh anak-anak. Selain itu juga ada beberapa istilah yang menyebutkan dengan baju grosir anak. Disebut demikian karena harganya yang sangat terjangkau dan murah meriah. Kalau soal barang berkualitas dengan harga murah meriah, Ibu-Ibu pastilah jagonya. Bukan karena apa, tapi kalau soal ini seorang Ibu punya pertimbangan sendiri dan khusus dalam memanage keuangan.

Anak, dengan segala ragam dan aktifitasnya jelaslah begitu menyita perhatian kita. Apalagi di usia yang sedang aktif-aktifnya. Dengan memilihkan baju yang sesuai dan nyaman tentu akan membuat kita tenang. Selain itu, pemilihan karakter dan warna dalam gambar yang ada pada desaign baju anak bisa membantu mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitas anak. Bisa juga digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenal warna, bentuk dan juga gambar. Apalagi di jaman sekarang ini sudah banyak desaign baju anak yang memang dirancang khusus untuk mengasah daya imajinasi anak. Kalau bisa belanja baju anak yang berkualitas, nyaman dan bisa mencerdaskan anak, tunggu apa lagi? Bukankah kita semua ingin yang paling nyaman untuk si buah hati?

Perkembangan Pakaian Wanita Masa Kini

8 Komentar

Pakaian wanita selalu identik dengan gaya yang bermacam-macam. Sebenarnya laki-laki juga sama sih, tapi karena bentuknya gitu-gitu aja kesannya sama terus yang dipakai. Ada banyak variasi dan motif yang biasa diterapkan dalam pola pakaian perempuan. Dan hal tersebut semakin membuat corak dan bentuknya pun rupa-rupa. Belum lagi dengan permainan warna dan aplikasi-aplikasi lucu lainnya. Hal tersebut semakin membentuk karakter model pakaian wanita. Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, semakin berkembang pula keanekaragaman karakter yang dimunculkan.

Berangkat dari sanalah mulai bermunculan industri garmen yang mengkhususkan diri pada pakaian wanita. Karena dianggap mempunyai masa depan cerah dan selalu dilirik oleh konsumen. Tak dapat dipungkiri, permintaan pasar atas kebutuhan pakaian wanita dengan beraneka macam karakter ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini juga dipengaruhi oleh media yang menyiarkan beberapa tayangan baik di media televisi maupun cetak yang efeknya sangat menginfluense selera fashion sebagian besar masyarakat kita.

cute_knitted_cardi_yellow_1

Semakin membludaknya antrean panjang para wanita penikmat fashion, semakin menjamur pula bisnis pakaian wanita. Butik dan toko pakaian semakin banyak dan selalu ramai dikunjungi dengan penuh antusias. Tak hanya ramai di dunia nyata, namun bisnis ini pun marak di dunia maya. Hal ini karena fasilitas internet yang semakin ramah dan mudah didapatkan oleh sebagian kalangan masyarakat. Toko online yang jual baju wanita pun semakin banyak. Mungkin karena cara berbelanjanya yang efisien dan praktis membuat ini semakin diminati. Selain itu harga yang dijual pun cenderung murah dari pada harga di pasaran. Karena biasanya, toko online ini mendapatkan baju grosir yang harganya sangat terjangkau. Selain itu, kualitasnya juga tak mengecewakan. Tak hanya toko online yang menjamur, namun pembelian secara online juga meningkat pesat.

Wanita memang tak dapat dipisahkan dari beberapa karakter pakaian dan pernak-perniknya. Namun bukan berarti kaum hawa ini penganut gaya hidup yang glamour. Karena secara naluriah, seorang Ibu rumah tangga dapat dipastikan selalu memperhitungkan segala sesuatunya dengan matang. Termasuk dalam hal membeli baju untuk keperluannya pribadi. Yang jelas dengan standar nyaman, aman, murah dan kualitas oke. Sebagian besar hal tersebut bisa didapatkan ketika berbelanja online. Jangan takut teripu, karena bila kita cerdas memilih InsyaAllah tidak akan mengecewakan koq hasilnya. Selamat mencoba 🙂

Percayakan Review Usaha Pada Dewa SEO

5 Komentar

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat banyak orang menemukan peluang bisnis. Salah satunya dengan pemanfaatan media di internet. Banyak usaha yang dibangun melalui media internet dengan memanfaatkan blog, web, ataupun jejaring sosial. Hal tersebut lahir karena akses internet yang saat ini mudah didapatkan oleh siapapun. Bisnis tentu saja memerlukan promosi agar berjalan sesuai yang diharapkan. Ada banyak cara yang bisa kita gunakan dalam proses promosi ini. Salah satu trik promosi yang bisa digunakan adalah dengan membuat review produk yang kita jalankan lewat blog. Dari review yang kita buat tersebut nantinya akan terindeks oleh mesin pencari. Dan ketika ada yang mengetikkan kata kunci yang berkaitan dengan review kita, secara otomatis akan mengantarkan ke blog usaha kita. Promosi yang murah dan efisien kan? Sangat tepat karena banyak orang yang selalu mencari informasi lewat internet.

Seiring berjalannya waktu, mulai muncul layanan jasa pembuat review. Salah satunya adalah dewaseo.com, penyedia jasa review produk bisnis terbaik dan berkualitas. Dewa SEO ini dikelola oleh para Pakar SEO yang ahli di bidang optimalisasi review marketing yang ramah di mesin pencari. Selain ramah Search Engine Optimalization, review dari Dewa SEO ini ulasannya komplit sehingga membuat pengunjung akan mudah tertarik pada produk yang telah direview. Dengan begitu akan memudahkan promosi usaha dan memaksimalkan hasilnya.

Dengan menggunakan jasa review dari dewaseo.com, produk bisnis kita akan mudah dikenal oleh khalayak. Karena penyebarannya di internet, yang jelas bisa dilihat oleh orang di seluruh penjuru dunia. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan usaha kita dalam taraf global. Bukan tidak mungkin bila nanti usaha yang kita buat akan go internasional berkat review dari dewaseo.com.

Dalam sebuah bisnis yang kita jalankan, tentu saja perlu dipertimbangkan mengenai promosinya. Setidaknya, itu merupakan tolak ukur bagi keberhasilannya mendatang. Karena itu, dengan mempercayakannya di tangan Dewa SEO (penyedia jasa review produk bisnis terbaik dan berkualitas) tentu akan membuahkan hasil yang maksimal 🙂

Jasa-Review1

Older Entries