Semua orang punya perjalanan impian yang butuh diwujudkan. Sama seperti kebanyakan orang, saya juga punya mimpi-mimpi untuk melakukan sebuah perjalanan impian. Semoga suatu saat nanti semua mimpi ini akan terwujud. Saya, adalah orang yang mencintai kenangan. Atas dasar itulah perjalanan ini dimulai. Sebuah perjalanan atas nama kenangan. Memori kadangkala memberikan efek kekuatan yang luar biasa. Bahkan kadangkala terkesan lucu dan aneh di mata kebanyakan orang. Saya pernah menuliskan mimpi saya untuk mengunjungi sebuah stadion sepak bola di luar negeri. Tapi banyak tanggapan nyinyir dan miring. Ah, sudahlah. Setiap orang berhak punya kenangan dan hidup kuat di atasnya bukan? Karena itulah, saya tetap mempertahankan mimpi saya.

Perjalanan atas nama kenangan yang pertama akan saya lakukan adalah di : Desa Leuwinanggung No.19 RT.01 RW.02 Cimanggis, Depok 16956. Adakah yang bisa menduga arah perjalanan saya? Rasanya nama tersebut tak asing lagi bagi kebanyakan kita. Ya, disanalah berumah seorang legenda musik Indonesia. Iwan Fals. Dari kecil sampai kini, ada banyak inspirasi yang saya dapatkan melalui karya-karya beliau. Lewat lagu-lagu beliau lah kenangan saya dan Bob (Bapak saya) terikat manis. Masa-masa dimana keluarga kecil kami pernah jatuh bangun kemudian terjatuh dan kembali bangun. Rasanya, karya-karya beliau menjadi saksi perjalanan kehidupan kami. Sampai hingga saat saya berumah tangga, seringkali karya-karya beliau menjadi media pengingat akan kenangan yang telah berlalu.


Sumber foto : http://bits-r-us.net/iwan-fals-wallpaper

Saya dan Iwan Fals saat Beliau di Jember. Fotonya burem, karena yang motret grogi :)

Saya dan Iwan Fals saat Beliau di Jember. Fotonya burem, karena yang motret grogi🙂

Saat masih bekerja, saya pernah mengajukan riset liputan ke Leuwinanggung untuk mengulas kisah hidup sang legenda. Sang legenda yang juga hidup di hati sebagian rakyat Indonesia. Namun tak pernah bersambut dengan baik oleh media tempat saya bernaung. Mungkin belum saatnya saya mewujudkannya saat itu. Semoga suatu saat kelak Tuhan berkehendak mewujudkannya. Amin.

Perjalanan impian yang kedua adalah ke sebuah stadion sepak bola di Firenze- Italia. Tempat dimana seorang Gabriel Omar Batistuta dilegendakan sebagai sosok yang membangkitkan kembali aura sepak bola bagi klub Fiorentina. Atas segalah jasa dan pengorbanannya untuk semua itu, dibuatlah sebuah patung yang berdiri tegak di depan Stadion Artemio Franchi.

batistuta01-myspace
Sumber foto : http://www.bola.net/editorial/totti-dan-10-pemain-spesial-di-serie-a-6.html

Sepak bola, Fiorentina dan Gabriel Omar Batistuta adalah tentang sebuah kenangan saat tertidur di pangkuan Bob ketika menemaninya begadang melihat klub kesayangan berlaga. Kenangan akan kamar bola yang dibuatkan Bob khusus untuk saya, putri kecilnya. Kenangan atas masa kecil yang mengajarkan untuk selalu mencintai dengan ikhlas. Ikhlas meskipun klub kesayangan kita kalah dalam berlaga. Dan legowo saat pemain yang kita idolakan suatu saat nanti pasti akan menggantungkan sepatu bolanya. Ya, sepak bola adalah kenangan tentang sebuah keihlasan. Bukan lagi tentang cinta yang di luar logika, bukan lagi tentang kekerasan antar supporter. Hanya satu, keikhlasan. Saya ingin sekali merasakan udara dan debu yang penuh kenangan itu disana. Meniti setiap historis yang pernah begitu kuat di tempat itu.

Acre, sebuah provinsi di negara bagian Xapuri Brasil yang sebagian wilayahnya terdiri dari hutan Amazon masuk dalam perjalanan impian saya yang ketiga. Karena disanalah tempat lahir dan gugur seorang pahlawan hutan hujan tropis. Chico Mendes. Seorang yang berjuang untuk berdaulat di atas tanah moyangnya sendiri. Lepas dari segala tekanan kapitalisme dan segala primordialisme yang mengungkung tanah milik mereka sendiri. Sumber daya alam dikuasai sebagai kepentingan pribadi yang melupakan hak-hak rakyat kecil. Chico Mendes menorehkan sejarah yang tak pernah dilupakan dunia. Chico mati ditembak di rumahnya sendiri tepat menjelang hari kelahirannya di usia ke 40 tahun. Kematiannya membuka mata banyak pihak. Perlawanannya untuk menyelamatkan hutan Amazon tak akan pernah dilupakan oleh dunia.

historica-com-br
Sumber gambar : http://langkahawal-its.blogspot.com/2011/09/historica.html

Awal perkenalan saya dengan sosok Chico Mendes melalui sebuah film dokumenter berjudul The Burning Season. Di pertengahan 2005 itulah mimpi saya berawal. Saya harus mengunjungi tempat dimana seorang Chico Mendes pernah mempertaruhkan hidupnya untuk sebuah kedaulatan atas hutan amazon. Saya punya mimpi untuk kesana dan merasakan udara yang dulu juga pernah dihirup oleh seorang pahlawan hutan Amazon.

Perjalanan impian saya yang keempat adalah di sebuah yang tempat yang penuh dengan ornamen berwarna merah kuning dan hijau. Nine Mile, Saint Ann, Jamaika. Sebuah tempat yang riuh dengan musik reggae. Bahkan saat membaca postingan ini, Anda bisa mendengarkan sebuah nyanyian dari salah satu legenda musik reggae dunia tersebut. Disanalah lahir seorang Nesta Robert Marley. Saya butuh untuk menjejakkan kaki disana, menghentakkan kaki sesuai dengan irama reggae, menghirup udara seorang musisi kritis yang sering menyuarakan masalah sosial dan ketidakadilan lingkungan di sekitarnya. Saya berterima kasih atas udara itu. Udara yang sempat membuat seorang Bob Marley hidup dan mengeluarkan karya yang begitu luar biasa. Diakui ataupun tidak, lagu-lagu Bob Marley sempat punya pengaruh yang kuat di dunia.

bobbbbbbbBob Marley. Sumber gambar : http://urbanislandz.com/2012/10/29/bob-marley-ranked-number-5-forbes-rich-dead-celebrities-list/

bob marley mausoleumNine Mile Mausoleum, tempat dimana Bob Marley dilahirkan sekaligus dimakamkan

Sumber gambar : http://pangerandanang.blogspot.com/2013/02/bob-marley-inilah-makam-museum-dan.html

Bagi saya, lagu-lagu Bob Marley pernah sangat menemani saya sewaktu jatuh bangun dan nyungsep semasa kuliah dulu. Bahkan ketika saya harus terluka oleh sebuah keputusan. Emosi yang meletup-letup, kemudian pernah merasa sangat sendirian. Ketika sebuah keputusan pernah membuat saya terperosok ke sebuah genangan yang sangat menakutkan. Ah, terima kasih Bob. Lagu-lagumu mampu menenangkanku. Memerdekakanku dari sebuah ketakutan yang teramat panjang. Kamu, diutus Tuhan untuk mewarnai kehidupanku dengan lagu-lagumu.

Perjalanan impian saya destinasinya tidak bisa disebut sebagai tempat wisata. Keempat tempat tersebut adalah sebentuk ikatan emosional dan kekuatan yang menginspirasi saya untuk bertahan sedemikian rupa. Bertahan dengan jalan hidup yang seperti ini tentu saja. Semoga Tuhan memahami mimpi-mimpi saya untuk melakukan perjalanan tersebut, dan mempertemukan mimpi itu dengan takdirnya. Semoga Tuhan berkehendak atas mimpi-mimpi itu. Amin.

***
mydreamvacation

“MyDreamyVacation”